ADVERTORIAL

Kepala Kesbanpol Banda Aceh : Siswa yang Lolos ke Paskibraka Nasional Hadapi Hadapi Seleksi Ketat

×

Kepala Kesbanpol Banda Aceh : Siswa yang Lolos ke Paskibraka Nasional Hadapi Hadapi Seleksi Ketat

Sebarkan artikel ini
Foto/dok Kesbanpol Kota Banda Aceh Para peserta Paskibraka Nasional Tingkat Provinsi Aceh sedang mengikuti test kesemaptaan
Foto/dok Kesbanpol Kota Banda Aceh Para peserta Paskibraka Nasional Tingkat Provinsi Aceh sedang mengikuti test kesemaptaan

Habanusantara.net, Dua siswa berbakat dari Banda Aceh, Faiza Pratama dari SMA Negeri 3 Banda Aceh dan Cut Zalfa Safira dari SMA Negeri 10 Fajar Harapan, berhasil lolos seleksi untuk mengikuti Paskibraka Nasional setelah melewati serangkaian ujian yang sangat ketat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banda Aceh, Heru Triwijarnako, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian kedua siswa ini, yang akan mewakili Kota Banda Aceh dan Provinsi Aceh pada seleksi tingkat nasional.

Seleksi Paskibraka ini diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Kesbangpol, dan melibatkan berbagai tahapan yang menuntut kemampuan fisik, mental, serta pengetahuan umum yang tinggi.

Proses seleksi dimulai dengan tes wawasan kebangsaan (TWK) dan tes intelegensi umum (TIU) secara online.

“Ujian ini serupa dengan tes CAT CPNS, hanya diberikan waktu satu jam untuk menyelesaikan seluruh soal dan hasilnya langsung diumumkan setelah ujian selesai,” jelas Heru.

Setelah berhasil melewati tes online, peserta kemudian menjalani tes kesehatan lengkap dengan medical check-up.

Dari peserta yang lolos seleksi di Kota Banda Aceh, satu orang gugur pada tahap ini di tingkat provinsi karena masalah kesehatan gigi.

Selanjutnya, peserta menghadapi tes parade yang menilai postur tubuh, tes PBB (Peraturan Baris-Berbaris), tes kesamaptaan yang meliputi lari, sit up, pull up, dan berbagai ujian fisik lainnya.

Tahapan seleksi tidak berhenti di situ. Peserta juga harus mengikuti tes kepribadian dan bakat, yang menjadi tes paling unik karena menuntut peserta dari Aceh untuk menguasai bahasa Aceh, tarian Aceh, lagu Aceh, dan musik Aceh.

“Ini menunjukkan betapa ketatnya seleksi ini, karena selain kemampuan fisik dan mental, pengetahuan budaya daerah juga sangat penting,” tambah Heru.

Proses seleksi yang sangat ketat ini adalah bagian dari persiapan untuk mengirimkan perwakilan dari 38 provinsi yang akan tampil pada upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia di Istana Negara, yang tahun ini digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Harapan besar masyarakat Banda Aceh agar kedua siswa ini berhasil lolos seleksi nasional dan tampil di panggung kehormatan pada tanggal 17 Agustus 2024 mendatang.

Heru menegaskan pentingnya dukungan dari seluruh masyarakat Banda Aceh. “Doa dari masyarakat sangat berarti. Kami berharap pada peringatan kemerdekaan nanti, ada perwakilan dari Banda Aceh yang berdiri di Istana Negara sebagai bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Seleksi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya mengandalkan kuota dari sekolah. Tahun ini, seleksi tingkat kabupaten dan kota diikuti oleh semua sekolah yang memenuhi persyaratan ketat, termasuk minimal kelas X dan tinggi badan minimal 170 cm untuk laki-laki dan 165 cm untuk perempuan.

“Kurang sedikit saja tidak bisa lolos,” tegas Heru.

Faiza Pratama dan Cut Zalfa Safira mendaftar melalui aplikasi online yang terhubung langsung dengan BPIP, mirip dengan proses pendaftaran untuk Akademi Kepolisian (Akpol), TNI, dan Polri. Setiap peserta harus melalui serangkaian tes dasar yang ketat, termasuk TWK dan TIU.

“Hanya yang terbaik yang bisa lolos,” kata Heru.

Selain tes akademis dan kesehatan, seleksi di tingkat provinsi juga mencakup tes keperawanan bagi peserta perempuan, yang menunjukkan tingkat kerumitan yang lebih tinggi dibandingkan seleksi di tingkat kabupaten dan kota.

“Tugas kami dari kabupaten kota adalah mengantarkan anak-anak ke seleksi di provinsi, setelah itu semua kewenangan ada di tingkat provinsi,” jelas Heru.

Heru juga menyampaikan bahwa penilaian dalam seleksi ini dilakukan langsung oleh tim dari BPIP, memastikan transparansi dan objektivitas dalam proses seleksi.

“Seleksi ini benar-benar ketat, penilaiannya langsung oleh tim dari BPIP,” ujarnya.

Dengan segala persiapan dan dukungan yang diberikan, Faiza Pratama dan Cut Zalfa Safira kini siap menghadapi tantangan di seleksi tingkat nasional.

“Alhamdulillah perwakilan kota Banda Aceh lolos untuk mengikuti seleksi Capaskib Tingkat Nasional, mereka akan berangkat tanggal 6 Juni 2024 ke Jakarta” ujarnya.

Masyarakat Banda Aceh berharap dan berdoa agar kedua siswa ini dapat memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Kota Banda Aceh di panggung nasional.

“Kami semua berharap agar Faiza Pratama dan Cut Zalfa Safira dapat memberikan yang terbaik dalam setiap langkah perjalanan mereka, dan menjadikan nama Kota Banda Aceh serta Provinsi Aceh bersinar di kancah nasional. Tidak hanya kebanggaan kota, tetapi juga harapan bangsa yang tertumpu pada pundak mereka,” tutup Heru.[adv]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close
error: