FeaturesWisata

Mawah sebagai Sistem Ekonomi Kerakyatan yang Bertahan di Pedesaan Aceh

×

Mawah sebagai Sistem Ekonomi Kerakyatan yang Bertahan di Pedesaan Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Meskipun Aceh telah mengalami arus modernisasi dan komersialisasi ekonomi, mawah tetap bertahan dan justru semakin relevan. Banyak keluarga mengaku bahwa mawah membantu mereka membangun usaha kecil, memperkuat jaringan sosial, dan menciptakan rasa saling ketergantungan yang positif di tingkat komunitas. Dengan perkembangan teknologi, mawah pun memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh. Desa-desa dapat menciptakan sistem pencatatan digital berbasis aplikasi, yang memastikan transparansi, mempermudah perhitungan bagi hasil, serta meningkatkan kepercayaan antar pihak. Inovasi semacam ini memungkinkan mawah menjadi model ekonomi kerakyatan yang adaptif terhadap zaman tanpa kehilangan akar tradisionalnya.

Dengan demikian, mawah bukan hanya warisan budaya masa lalu, tetapi juga peluang masa depan. Praktik ini memperlihatkan bagaimana kearifan lokal mampu membangun sistem ekonomi alternatif yang adil, beretika, dan berkelanjutan. Di tengah dinamika ekonomi global, mawah menjadi contoh bahwa masyarakat dapat membangun kesejahteraan berbasis solidaritas, bukan semata sistem kapitalistik. Inilah kekuatan utama yang membuat mawah tetap hidup dan relevan di pedesaan Aceh hingga hari ini.(Adv)

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

  Meski zaman terus bergerak maju, Pemulia Jame tidak kehilangan ruhnya. Memang, bentuknya mungkin mulai berubah mengikuti kesibukan dan struktur kehidupan modern. Namun semangatnya tetap sama: tamu harus dihargai. Kini…

Wisata

Dalam perkembangannya, Sie Reuboh menjadi identitas kuliner Aceh Besar yang selalu hadir pada berbagai kesempatan, mulai dari jamuan keluarga, kenduri meugang, hingga meja-meja makan para perantau yang ingin mengobati rindu…

Wisata

Bahan-bahan Timphan mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat Aceh: kesederhanaan, kehangatan, dan ketulusan. Adonan yang lembut dan manis menggambarkan harapan agar hubungan antaranggota keluarga selalu hangat dan harmonis. Sementara balutan daun…

Wisata

Uniknya, Seumapa tidak pernah bersifat statis. Tradisi ini selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensinya. Di beberapa daerah, proses pembacaan doa dilakukan oleh para teungku dengan iringan syair-syair yang…

Wisata

  Di tengah modernisasi yang semakin cepat, bahasa Aceh menghadapi tantangan yang tidak kecil. Perubahan gaya hidup, arus globalisasi, dan dominasi bahasa Indonesia serta bahasa asing membuat penggunaan bahasa Aceh…

close