FeaturesWisata

Mawah sebagai Sistem Ekonomi Kerakyatan yang Bertahan di Pedesaan Aceh

×

Mawah sebagai Sistem Ekonomi Kerakyatan yang Bertahan di Pedesaan Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi
Ilustrasi

Jika dibandingkan dengan sistem perbankan modern, mawah menawarkan karakteristik yang sangat berbeda. Pinjaman perbankan umumnya disertai bunga, agunan, dan risiko kredit macet yang kerap memberatkan masyarakat kecil. Mawah tidak mengenal konsep riba dan tidak melibatkan tekanan administratif. Hubungan ekonomi yang terbangun lebih bersifat humanis karena dijalankan atas dasar rasa saling percaya dan gotong royong. Nilai-nilai inilah yang membuat banyak masyarakat Aceh menganggap mawah bukan sekadar praktik ekonomi, melainkan amal sosial yang membawa keberkahan. Kepercayaan ini sejalan dengan nilai syariat Islam yang menjadi pedoman hidup masyarakat Aceh, sehingga mawah dipandang sebagai sistem ekonomi yang halal, etis, dan menenangkan.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Timphan selalu hadir ketika keluarga besar berkumpul. Saat hari raya tiba, para tetamu yang datang dari berbagai penjuru Aceh—bahkan dari luar daerah—akan selalu menanyakan apakah Timphan sudah tersedia. Makanan ini…

Wisata

Kehadiran para tetangga dan kerabat menjadi inti dari ritual ini. Meski terlihat sederhana, Seumapa memiliki makna sosial yang sangat dalam. Ia memperkuat jaringan persaudaraan, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus membentuk rasa…

Wisata

Dalam ranah adat, bahasa Aceh menjadi medium utama penyampaian nilai dan norma. Setiap prosesi adat, mulai dari peusijuek, kenduri, hingga upacara pernikahan, selalu dihiasi doa, petuah, dan syair yang disampaikan…

close