Wisata

Langgolek: Warisan Tutur Abdya yang Kian Menggema di Pentas Nasional

×

Langgolek: Warisan Tutur Abdya yang Kian Menggema di Pentas Nasional

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Salah satu kekayaan utama yang dibawa Langgolek adalah bahasa. Tradisi ini menggunakan dialek lokal Abdya yang khas dan tidak ditemui di daerah Aceh lainnya. Melalui Langgolek, kosakata lama tetap hidup dan terjaga dari kepunahan. Kehadirannya menjadi bukti bahwa identitas linguistik masyarakat bisa terus bertahan ketika medium penyampainya dirawat.

 

Para pelantun Langgolek dikenal memiliki kemampuan verbal yang kuat. Mereka harus mampu menghafal kisah yang panjang, menjaga alunan suara tetap stabil, dan mengatur tempo agar pendengar terbawa ke dalam suasana cerita. Tidak jarang, pencerita menambahkan improvisasi untuk menyesuaikan dengan situasi sosial kekinian—sebuah bukti bahwa sastra lisan selalu dinamis.

 

Sebelum ditetapkan sebagai WBTb, keberadaan Langgolek sempat berada di ujung tanduk. Masuknya hiburan digital dan berkurangnya minat generasi muda hampir memutus rantai pewarisan. Hanya beberapa tokoh tua yang masih menguasai teknik penceritaannya. Kekhawatiran itu mendorong komunitas budaya Abdya dan pemerintah daerah bekerja sama menghidupkan kembali tradisi ini.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Timphan selalu hadir ketika keluarga besar berkumpul. Saat hari raya tiba, para tetamu yang datang dari berbagai penjuru Aceh—bahkan dari luar daerah—akan selalu menanyakan apakah Timphan sudah tersedia. Makanan ini…

Wisata

Kehadiran para tetangga dan kerabat menjadi inti dari ritual ini. Meski terlihat sederhana, Seumapa memiliki makna sosial yang sangat dalam. Ia memperkuat jaringan persaudaraan, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus membentuk rasa…

Wisata

Dalam ranah adat, bahasa Aceh menjadi medium utama penyampaian nilai dan norma. Setiap prosesi adat, mulai dari peusijuek, kenduri, hingga upacara pernikahan, selalu dihiasi doa, petuah, dan syair yang disampaikan…

close