Susoh dikenal sebagai wilayah pesisir dengan masyarakat yang akrab dengan laut dan tradisi maritim. Di tengah kehidupan yang sederhana itu, Langgolek tumbuh sebagai hiburan sekaligus ruang pendidikan sosial. Biasanya Langgolek dipentaskan pada malam hari, dilakukan oleh satu atau dua orang pelantun yang menyanyikan kisah secara berirama sambil memainkan gestur ringan. Tidak ada alat musik yang mengiringi; kekuatan utamanya adalah suara, ritme, serta kemampuan pencerita membangun suasana.

Isi cerita Langgolek sering kali berkisar pada sejarah kampung, hikayat para leluhur, petualangan, hingga kisah percintaan. Namun unsur pendidikan moral selalu menjadi inti. Ini yang membuat Langgolek tak sekadar hiburan, tetapi juga media pembelajaran budaya. Anak-anak mendengar dan menyimpan dalam ingatan, sementara orang dewasa menjadikannya sarana untuk menjaga nilai-nilai adat.




















