ADVERTORIAL

Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Wanita dan Pria

×

Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Wanita dan Pria

Sebarkan artikel ini
Kabid P2P Dinas Kesehatan Aceh dr Iman Murahman[Foto/Is]

Habanusantara.net, Menjaga kesehatan Reproduksi merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dimana kondisi kesehatan ini yang menyangkut masalah kesehatan yang  nantinya berpengaruh terhadap kesehatan seluruh tubuh lainnya.

Untuk organ dari sistem reproduksi wanita terdiri dari vagina, rahim (uterus), ovarium, tuba falopi, dan vulv. Dan organ reproduksi pria meliputi penis, testis, dan skrotum (buah zakar).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh  dr Iman Murahman, mengatakan bahwa banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi baik wanita ataupun pria. Salah satunya itu bisa dilakukan dengan melakukan kebiasaan yang tidak menimbulkan penyakit kelamin.

“Sering-sering menjaga kesehatan dengan menjaga kebersihan, itulah hal yang harus diperhatikan pertama, karena ketika kita terkena virus penyakit kelamin, itu dampaknya memang tidak langsung terlihat, namun beberapa bulan atau tahun kemudian baru akan terasa,” ujarnya.

Terutama bagi pria, sunat atau pemotongan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung kelamin dianjurkan melihat banyak manfaat yang didapatkan jika dilihat dari sisi medis.

“Manfaatnya sunat itu banyak sangat banyak, mencegah terjadinya penyakit seperti risiko infeksi saluran kemih, risiko kanker penis, risiko kanker serviks pada pasangan nantinya,” sebutnya.

Selain itu juga, juga ia berpesan agar menghindari aktifitas seksual yang tidak sehat agar terhindar dari penyakit kelamin akibat virus yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh yaitu Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Penyakit ini timbul akibat hubungan seksual berisiko dimana seks bebas tanpa pengaman, kemudian melakukan transfusi darah tanpa pengecekan dari tim PMI, Infeksi menular seksual (IMS) Seperti Gonore, Sifilis, Human papillo mavirus (HPV), Chlamydia, dan pemakaian jarum suntik bergantian, seperti jarum suntik narkoba.

Penyakit ini termasuk kedalam penyakit menular yang dimana kasus orang dengan HIV tinggi, dan ketika HIV telah berkembang menjadi tahap akhir, kondisi ini dikenal dengan sebutan AIDS (ODHA). Masyarakat khususnya masyarakat usia produktif cenderung terkena AIDS sehingga menjadi sebuah ancaman potensial terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia.

Untuk jumlah kasus AIDS yang dilaporkan tertinggi, berdasarkan Kementrian Kesehatan yakni pada ibu rumah tangga (10.626); tenaga non professional/karyawan (9.603), wiraswasta (9.439), petani/peternak/nelayan (3.674), buruh kasar (3.191), penjaja seks (2.578), PNS (1.819), dan anak sekolah/ mahasiswa (1.764).

Dimana penyebab penyakit ini adalah virus HIV yang dapat menyebar dengan beberapa cara, yaitu hubungan seksual tanpa pelindung dengan orang yang terinfeksi, penggunaan bersama jarum suntik yang terkontaminasi, dari ibu ke anak selama kehamilan, saat melahirkan, atau melalui ASI dan transfusi darah yang terkontaminasi.

“Nah, kita juga harus berhati-hati sama orang yang iseng dalam donor darah, karena bisa jadi dia terkena HIV kemudian virusnya itu tertular sama kita,” katanya.

Dia juga menghimbau agar pasangan yang hendak menikah untuk melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan tubuh untuk mengetahui kesiapan tubuh masing-masing pasangan dan juga mempersiapkan beberapa hal seperti kesiapan dalam kehamilan untuk menghasilkan keturunan yang sehat.

Selain untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing pasangan, pengecekan sebelum nikah juga bisa mendeteksi tingkat kesuburan masing-masing.

Adapun kiat-kiat cara menjaga organ reproduksi, diantaranya memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat, pakai handuk yang lembut, kering, bersih, dan tidak berbau dan basah.

Untuk pakaian dalam sebaiknya diganti dua kali dalam sehari, kemudian membersihkan alat kelamin sebaiknya dilakukan dari arah depan menuju belakang agar kuman yang terdapat pada anus tidak masuk ke dalam organ reproduksi.

Hal ini dikarenakan kesehatan reproduksi bukan semata-mata permasalahan kesehatan, tetapi juga erat kaitannya dengan berbagai aspek lainnya, termasuk sosial, budaya, politik, dan agama. Untuk itu sosialisasi dan pemahaman individu terhadap kesehatan terutama kesehatan reproduksi sangatlah penting.

 

Selain itu makanan juga menjadi salah satu faktor untuk menjaga kesehatan reproduksi, ia juga mengingatkan agar pola makan juga harus diperhatikan.

“Seperti yang telah disampaikan, pola makan harus diatur sejak dini, jangan semuanya dimakan, pilihlah makanan sehat, yang tidak menggangu metabolisme tubuh juga,” bebernya.

Banyak manfaat terhadap kesehatan ketika kita telah menerapkan hidup sehat yang telah disampaikannya, terutama dengan olahraga dan pola makan teratur, selain membuat tubuh bugar dan juga menjaga kesehatan dari segala aspek.[Adv]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close