ADVERTORIAL

DP3AP2KB Banda Aceh Sinergikan Penanganan Perlindungan Kekerasan Perempuan dan Anak

×

DP3AP2KB Banda Aceh Sinergikan Penanganan Perlindungan Kekerasan Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana dp3ap2kb Kota Banda Aceh Cut Azharida
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh, Cut Azharida

Habanusantara.net, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh, Cut Azharida SH, menegaskan komitmen pihaknya dalam melakukan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

Cut Azharida menekankan pentingnya sinergi antara berbagai instansi terkait, lintas sektoral, dan lembaga pemerintah dalam upaya penanganan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Meskipun sejumlah upaya telah dilakukan, tantangan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tetap ada. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh terus mengkoordinasikan langkah-langkah penanganan kekerasan melalui rapat-rapat koordinasi lintas sektoral.

“Kami percaya bahwa upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus berlangsung secara cepat, akurat, dan komprehensif sehingga pelayanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan korban,” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak pada tahun 2022, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi, meskipun masih dalam batas yang dapat diterima. Kasus-kasus tertinggi masih terkait dengan kekerasan dalam lingkup domestik (KDRT) dan insiden-insiden di ranah publik.

Namun, pihak berwenang juga merasa prihatin dengan masalah anak dan remaja yang terlibat dalam perilaku menyimpang, adiksi pornografi, penyalahgunaan narkoba, serta terlibat dalam kasus hukum.

Cut Azharida mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Unit Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) yang beroperasi di bawah koordinasi DP3AP2KB.

Upaya preventif juga ditekankan untuk mengurangi angka kekerasan, dengan melibatkan berbagai SKPD terkait, kerja sama dengan lembaga masyarakat, komunitas, dan media.

“Kami berharap bahwa tindakan antisipatif kami akan terus berkontribusi dalam menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Banda Aceh,” pungkas Cut Azharida SH, Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh.[Adv]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close
error: