News

Meugang—Hari Ketika Dapur-Dapur Aceh Menjadi Pusat Kebahagiaan

×

Meugang—Hari Ketika Dapur-Dapur Aceh Menjadi Pusat Kebahagiaan

Sebarkan artikel ini

Meugang adalah salah satu tradisi tertua dan paling berakar dalam kehidupan masyarakat Aceh. Setiap menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, seluruh daerah di Aceh seolah bergerak serempak dalam satu irama budaya yang penuh kehangatan. Pada hari inilah dapur-dapur rumah menjadi pusat kebahagiaan, sementara pasar-pasar tradisional menjelma menjadi ruang sosial yang semarak. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini tidak hanya menyuguhkan hidangan daging, tetapi juga memancarkan nilai syukur, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

 

Sejak pagi buta pada hari Meugang, masyarakat Aceh berbondong-bondong menuju pasar. Bukan hanya pusat kota, bahkan pasar kecil di sudut desa pun mendadak ramai. Para pedagang daging bekerja tanpa henti, sementara para ibu-ibu menawar dengan gaya khas Aceh yang tegas namun penuh keakraban. Harga daging yang biasanya melonjak dua kali lipat sudah dianggap bagian dari suasana Meugang. Namun di balik hiruk pikuk itu, tercipta interaksi yang tidak sekadar transaksi ekonomi. Banyak pedagang memberi potongan harga kepada janda, lansia, keluarga kurang mampu, atau tetangga dekat. Ada pula yang menyisihkan sebagian daging khusus untuk sedekah. Aktivitas ini menjadikan ekonomi Meugang terasa lebih manusiawi, penuh kepedulian, dan sangat kental dengan nilai solidaritas sosial.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
News

Habanusantara.net – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh, serahkan bantuan untuk korban banjir di Gampong Blang Cut, Meurah Dua, Pidie Jaya. Bantuan yang berasal dari anggota JMSI Aceh dan sejumlah…

close