Habanusantara.net | Penyelesaian ruas jalan Genting Gerbang–Celala–batas Aceh Tengah/Nagan Raya tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga sebagai upaya menjaga denyut ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.
Jalur ini merupakan urat nadi distribusi hasil bumi serta mobilitas warga antarwilayah, khususnya antara Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah.
Dalam berbagai kondisi darurat, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Aceh kerap menjadi garda terdepan dalam membuka kembali akses jalan nasional yang terputus akibat longsor maupun banjir di kawasan tersebut
Keberadaan alat berat dan personel teknis di lapangan menjadikan Satker PJN Wilayah II Aceh memiliki peran strategis, tidak hanya untuk pemulihan infrastruktur, tetapi juga dalam mempercepat distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak bencana.
Peran tersebut kembali ditunjukkan melalui kegiatan penyaluran bantuan bagi korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Bantuan berupa sembako disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas insan PJN terhadap warga di sekitar infrastruktur jalan nasional.
Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Aceh, Akbar Hikmi, ST., MT., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial sekaligus empati terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Menurutnya, tugas PJN tidak berhenti pada memastikan fungsi jalan nasional tetap berjalan, tetapi juga hadir bersama masyarakat dalam situasi sulit.
“Kami tidak hanya bertugas menjaga dan memastikan fungsi jalan nasional tetap berjalan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir,” ujar Akbar Hikmi,Kepada media Sabtu 27/12/2025.
Ia menjelaskan, bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tengah, telah berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari dan kondisi ekonomi masyarakat.
Banyak warga mengalami keterbatasan akses, terganggunya mata pencaharian, hingga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Oleh karena itu, Satker PJN Wilayah II Aceh berupaya hadir memberikan dukungan nyata, meskipun dalam bentuk bantuan sederhana. Kehadiran langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan semangat dan rasa kebersamaan, sekaligus membantu proses pemulihan psikologis dan fisik warga terdampak.
“Kati berharap bantuan ini dapat memberikan sedikit ketabahan dan kekuatan bagi masyarakat dalam menghadapi musibah. Semoga kondisi segera membaik dan warga dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” tambahnya.
Kegiatan penyaluran bantuan ini juga menjadi semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan yang terus dijaga oleh Satker PJN Wilayah II Aceh.
Kepedulian tersebut diwujudkan tidak hanya melalui pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, tetapi juga melalui aksi nyata di saat masyarakat membutuhkan.
Satker PJN Wilayah II Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini.
Diharapkan, setiap bantuan dan dukungan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi ladang amal, sekaligus menumbuhkan harapan dan semangat baru bagi para penerima manfaat.(Adv).














