Bagi masyarakat Aceh, menyantap daging pada hari Meugang bukanlah soal kemewahan, tetapi simbol martabat dan syukur atas limpahan rezeki. Banyak keluarga menabung jauh sebelum Meugang tiba agar bisa membeli daging walau hanya setengah kilogram. Yang terpenting adalah tidak melewatkan tradisi yang telah menjadi identitas budaya Aceh tersebut. Di meja makan setiap keluarga, tersaji berbagai olahan khas: kuah beulangong dengan aroma rempah yang kuat, semur Aceh yang manis gurih, daging tumis pedas, hingga daging kering khas beberapa daerah. Semua dihidangkan dengan penuh cinta sebagai tanda bahwa keluarga menyambut hari sakral ini dengan hati lapang.














