Habanusantara.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat meningkatnya angka kejadian hipertensi di Aceh sanggat di tahun 2023.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Munawar menyebutkan kasus Hipertensi di Aceh menjadi salah satu penyakit tidak menuar yang paling trend di Aceh di tahun 2023, Dimana kasusnya hingga bulan oktober 2023 tercatat mencapai 44.618 kasus
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, Iman Murahman, mengatakan Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, menjadi perhatian utama karena berbagai dampak kesehatan yang dapat timbul.
Menurut Iman hipertensi terjadi ketika tekanan darah terlalu tinggi terhadap dinding arteri.
Tekanan ini ditentukan oleh volume darah yang dipompa oleh jantung dan resistensi aliran darah di arteri.
Lebih jauh, Iman menjelaskan bahwa kebiasaan makan yang kurang sehat, konsumsi gula yang berlebihan, rendahnya aktivitas fisik, serta kecenderungan merokok menjadi faktor utama yang menyumbang tingginya prevalensi hipertensi di Aceh.
“Faktor-faktor seperti kebiasaan makan yang kurang sehat, konsumsi gula berlebih, dan kurangnya aktivitas fisik menyebabkan tingginya prevalensi hipertensi di Aceh. Selain itu, kebiasaan merokok juga ikut berkontribusi,” ujar Iman Murahman.
Melihat angka kasus hipertensi di Aceh itu mencapai angka 10,7 persen dari total penduduk, setara dengan sekitar 540 ribu penduduk Aceh yang terkena dampaknya, perlu adanya perhatian serius dan upaya pencegahan yang lebih intensif.
Iman Murahman menyoroti beberapa daerah dengan tingkat kasus tertinggi, seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Simeulue, sementara Kota Sabang, Gayo Lues, dan Nagan Raya memiliki tingkat kasus terendah.
Penyebab hipertensi melibatkan faktor-faktor seperti genetik, perubahan fisik yang semakin menua, pola hidup tidak sehat, serta kondisi medis tertentu seperti sakit ginjal, jantung, atau efek samping dari penggunaan obat-obatan.
Ciri-ciri hipertensi meliputi sakit kepala, sesak nafas, mimisan, pusing, gangguan penglihatan, dan kulit memerah.
Untuk mengatasi dan mencegah hipertensi, Iman Murahman memberikan beberapa saran praktis yaitu menjaga pola hidup sehat.
Bagi penderita hipertensi, penting untuk menghindari konsumsi garam berlebihan, merokok, dan alkohol.
Selain itu, menjaga aktivitas fisik secara teratur, mengelola stres, dan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang dapat membantu mengelola dan mencegah hipertensi.
“Obesitas juga dapat berkontribusi terhadap penyebab hipertensi, karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh,” tambahnya.
Upaya pencegahan dari Dinkes Aceh melibatkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya gaya hidup sehat, termasuk pola makan yang seimbang, pengurangan konsumsi gula dan garam, serta peningkatan aktivitas fisik.
Program pencegahan juga mencakup kampanye anti-merokok dan penyuluhan mengenai bahaya alkohol.

Pemerintah Aceh bersama Dinkes Aceh terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko hipertensi dan pentingnya langkah-langkah pencegahan.
Pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga ditekankan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi atau usia lanjut.
Adanya kerjasama dengan sektor kesehatan dan non-kesehatan, termasuk lembaga pendidikan, industri, dan masyarakat sipil, menjadi kunci dalam mengatasi tantangan kesehatan ini.
Dinkes Aceh berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi program pencegahan hipertensi, sehingga langkah-langkah yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan efektif.
Upaya bersama dari semua pihak, mulai dari tingkat individu hingga struktur pemerintah, diharapkan dapat merubah tren meningkatnya kasus hipertensi di Aceh menjadi penurunan yang signifikan, menjadikan masyarakat Aceh lebih sehat dan bugar.




















