Di antara koleksi tersebut, sejumlah benda menjadi pusat perhatian pengunjung. Salah satu yang paling terkenal adalah Lonceng Cakra Donya, sebuah lonceng besar dari perunggu yang dipercaya merupakan hadiah dari Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok kepada Sultan Aceh. Bentuknya yang unik, ukiran-ukiran sejarah yang menempel di permukaannya, serta legenda yang menyertainya menjadikan lonceng ini sebagai salah satu harta paling berharga museum.
Selain itu, ada pula manuskrip kuno bertulisan Arab dan Jawi yang merekam pemikiran ulama dan pemimpin Aceh ratusan tahun lalu. Koleksi senjata tradisional seperti rencong dan pedang turut menambah kesan gagah museum ini sebagai saksi sejarah perang melawan penjajah.





















