Namun, keajaiban sekaligus malapetaka terjadi. Perlahan-lahan, tubuh sang putri mulai mengeras dari kaki hingga ke atas. Putri Pukes terkejut dan menangis histeris melihat tubuhnya berubah menjadi batu. Ia sangat menyesal karena tidak menuruti perkataan orang tuanya.
Setelah badai mereda, para pengawal yang hendak melanjutkan perjalanan terkejut mendapati Putri Pukes telah berubah menjadi patung batu yang menyerupai dirinya. Pada saat yang sama, hujan yang luar biasa lebat itu diceritakan membentuk sebuah danau besar di dataran Gayo, yang kini kita kenal sebagai Danau Laut Tawar.
Legenda yang mendalam ini kini menjadi daya tarik utama pariwisata di dataran Gayo, terutama di sekitar Danau Laut Tawar. Tempat patung batu tersebut berada dikelola sebagai Objek Wisata Gua Putri Pukes.




















