Setelah menikah, tiba saatnya Putri Pukes harus menyusul sang suami ke kerajaan lain. Saat berpamitan, kedua orang tuanya yang diselimuti kesedihan memberikan satu pesan krusial “Jangan sekali-kali menoleh ke belakang saat kamu meninggalkan Gayo”. Pesan ini adalah manifestasi dari rasa rindu dan harapan orang tua agar sang putri tidak terlalu larut dalam kesedihan perpisahan.
Putri Pukes pun memulai perjalanannya, dikawal oleh rombongan pengiring. Namun, rasa rindu dan keraguan menyelimuti hatinya. Ia terus memikirkan wajah sedih kedua orang tuanya. Tidak sanggup menahan gejolak emosi, ia melanggar pesan itu. Ia menoleh ke belakang.
Seketika, petir menyambar dan hujan deras yang mengerikan melanda. Putri Pukes dan para pengawalnya segera mencari perlindungan di dalam sebuah gua. Di dalam kegelapan dan kelembapan gua, Putri Pukes berdiri di sudut, berusaha menghangatkan dirinya dari dingin.




















