Wisata

Menguak Legenda Putri Pukes, Air Mata yang Membatu di Tepi Laut Tawar

×

Menguak Legenda Putri Pukes, Air Mata yang Membatu di Tepi Laut Tawar

Sebarkan artikel ini

Setelah menikah, tiba saatnya Putri Pukes harus menyusul sang suami ke kerajaan lain. Saat berpamitan, kedua orang tuanya yang diselimuti kesedihan memberikan satu pesan krusial “Jangan sekali-kali menoleh ke belakang saat kamu meninggalkan Gayo”. Pesan ini adalah manifestasi dari rasa rindu dan harapan orang tua agar sang putri tidak terlalu larut dalam kesedihan perpisahan.

Putri Pukes pun memulai perjalanannya, dikawal oleh rombongan pengiring. Namun, rasa rindu dan keraguan menyelimuti hatinya. Ia terus memikirkan wajah sedih kedua orang tuanya. Tidak sanggup menahan gejolak emosi, ia melanggar pesan itu. Ia menoleh ke belakang.

Seketika, petir menyambar dan hujan deras yang mengerikan melanda. Putri Pukes dan para pengawalnya segera mencari perlindungan di dalam sebuah gua. Di dalam kegelapan dan kelembapan gua, Putri Pukes berdiri di sudut, berusaha menghangatkan dirinya dari dingin.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Proses pembuatan Timphan bukan sekadar rutinitas memasak. Ia lebih mirip ritual keluarga. Para perempuan, terutama ibu dan nenek, berkumpul sejak pagi untuk menyiapkan bahan-bahan segar. Tepung ketan dicampur dengan pisang…

Wisata

  Bahasa Aceh juga menyimpan kekayaan struktur dan ragam dialek yang menunjukkan luasnya wilayah persebaran masyarakat Aceh. Dialek Aceh Utara dengan pelafalan yang tegas, dialek Aceh Barat yang lembut, serta…

close