Wisata

Bahasa Jamee dan Bahasa Kluet: Dua Jejak Linguistik dari Selatan Aceh yang Terus Bertahan

×

Bahasa Jamee dan Bahasa Kluet: Dua Jejak Linguistik dari Selatan Aceh yang Terus Bertahan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

 

Keberadaan kedua bahasa ini memperkaya mosaik kebudayaan Aceh dan menegaskan bahwa keragaman telah lama menjadi bagian dari denyut sosial wilayah ini. Di tengah arus modernisasi dan dominasi bahasa nasional, Bahasa Jamee dan Bahasa Kluet tetap bertahan sebagai bukti bahwa identitas lokal selalu menemukan cara untuk hidup, berkembang, dan mengakar kuat di hati masyarakatnya.

 

Bahasa Jamee berakar dari tradisi merantau orang Minangkabau. Sejak berabad-abad lalu, para perantau menetap di sepanjang pesisir Aceh Selatan untuk berdagang, berkeluarga, dan membangun komunitas. Proses panjang itu melahirkan dialek hybrid yang kini dikenal sebagai Bahasa Jamee — bahasa yang memadukan struktur Minangkabau dengan unsur kosakata Aceh, menciptakan identitas linguistik yang khas dan berakar kuat. Ritmenya lugas namun lembut, membawa nuansa Minang yang adaptif sekaligus mengikat masyarakat pesisir dalam satu identitas “urang Jamee”.

 

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Proses pembuatan Timphan bukan sekadar rutinitas memasak. Ia lebih mirip ritual keluarga. Para perempuan, terutama ibu dan nenek, berkumpul sejak pagi untuk menyiapkan bahan-bahan segar. Tepung ketan dicampur dengan pisang…

Wisata

  Bahasa Aceh juga menyimpan kekayaan struktur dan ragam dialek yang menunjukkan luasnya wilayah persebaran masyarakat Aceh. Dialek Aceh Utara dengan pelafalan yang tegas, dialek Aceh Barat yang lembut, serta…

close