“Saya melihat Hari Kartini sebagai pengingat bahwa mimpi perempuan itu valid. Kita punya hak untuk mimpi besar dan mewujudkannya,” — Rina Salsabila, mahasiswa dan aktivis kampus.
Kartini untuk Generasi Digital
Kartini dulu menulis surat ke sahabat-sahabatnya di Belanda. Kini, perempuan muda bisa menulis lewat blog, media sosial, atau jadi pembuat konten yang menginspirasi jutaan orang.
Kehadiran Kartini masa kini tidak selalu terlihat di panggung besar. Mereka bisa jadi ibu rumah tangga yang membesarkan anak-anak dengan cinta dan ilmu. Bisa jadi guru di pelosok, barista di kota kecil, atau konten kreator yang menyuarakan keadilan.
Semangatnya tetap satu: memperjuangkan hak, mendobrak batas, dan terus menginspirasi. []




















