ADVERTORIAL

Penyakit Tidak Menular Meningkat di Aceh Tahun 2023: Dinas Kesehatan Aceh Intensifkan Upaya Pencegahan

×

Penyakit Tidak Menular Meningkat di Aceh Tahun 2023: Dinas Kesehatan Aceh Intensifkan Upaya Pencegahan

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net– Kondisi kesehatan masyarakat Aceh menjadi perhatian serius seiring dengan peningkatan angka penyakit tidak menular (PTM) yang terjadi pada tahun 2023.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Aceh menunjukkan bahwa beberapa penyakit tidak menular mengalami peningkatan signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Munawar, SPoG, mengungkapkan bahwa hipertensi, diabetes melitus, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit jantung menjadi sorotan utama dalam perhatian kesehatan masyarakat.

 

Hipertensi Menempati Posisi Tertinggi dengan 44.618 Kasus

Hipertensi atau tekanan darah tinggi menempati posisi paling tinggi dengan 44.618 kasus pada tahun 2023.

Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan tekanan darah dalam arteri, yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh seperti jantung dan ginjal.

Faktor risiko utama hipertensi termasuk gaya hidup tidak sehat, konsumsi garam yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan keturunan.

Dalam menghadapi masalah ini, dr. Munawar mengungkapkan pentingnya peran gaya hidup sehat.

“Mengonsumsi makanan rendah garam, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal dapat membantu mencegah hipertensi. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga dianjurkan untuk mendeteksi dini dan mencegah komplikasi yang lebih serius,” ujar dr. Munawar.

Diabetes Melitus Meningkat Tajam dengan 16.796 Kasus

Diabetes melitus, atau yang lebih dikenal sebagai diabetes, juga mengalami peningkatan yang signifikan dengan mencatat 16.796 kasus baru pada tahun 2023.

Penyakit ini disebabkan oleh gangguan metabolisme gula dalam tubuh yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk kerusakan pada mata, ginjal, dan saraf.

Penyebab utama diabetes melitus melibatkan kombinasi antara faktor genetik dan gaya hidup tidak sehat.

“Mengontrol pola makan, rutin berolahraga, dan memantau kadar gula darah secara teratur dapat membantu mengelola diabetes. Pencegahan utamanya adalah dengan mengadopsi gaya hidup sehat dan menghindari konsumsi gula berlebihan,” tambah dr. Munawar.

PPOK dan Penyakit Jantung, Ancaman Serius dengan 975 dan 741 Kasus

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan penyakit jantung juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Aceh.

PPOK, yang mencatat 975 kasus baru, menyebabkan gangguan pada saluran napas dan biasanya disertai gejala seperti batuk kronis dan sesak napas.

Sementara itu, penyakit jantung dengan 741 kasus baru dapat mengakibatkan serangan jantung atau gagal jantung, yang dapat berakibat fatal.

Kedua penyakit ini memiliki faktor risiko yang serupa, seperti merokok, polusi udara, dan gaya hidup tidak sehat.

“Menghentikan kebiasaan merokok, menghindari paparan asap rokok pasif, menjaga kebersihan udara, dan menjalani pola hidup sehat adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah PPOK dan penyakit jantung,” ungkap dr. Munawar.

Dalam Upaya mencegah terhadap penyakit yang paling tren di Aceh ini, Dinas Kesehatan Aceh telah melakukan berabgai langkah preventif dan edukatif yang melibatkan masyarakat, instansi terkait, dan sektor kesehatan.

Dinas Kesehatan Aceh memprioritaskan program edukasi masyarakat tentang faktor risiko Penyakit Tidak Menular, termasuk pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi alkohol berlebih. Berbagai kampanye kesehatan digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat.

“Edukasi merupakan kunci utama dalam pencegahan. Kami aktif mengadakan seminar, lokakarya, dan kegiatan edukasi masyarakat di berbagai lapisan, termasuk sekolah-sekolah dan lembaga masyarakat. Kami berusaha menyadarkan masyarakat akan dampak buruk PTM dan mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup sehat,” ujar dr. Munawar

Dalam upaya mendorong kebiasaan hidup sehat, Dinas Kesehatan Aceh secara aktif mempromosikan pola makan seimbang dan aktivitas fisik melalui media massa dan berbagai media edukatif. Program-program olahraga dan kegiatan fisik juga diberikan untuk masyarakat secara luas.

“Melalui promosi gaya hidup sehat, kami berharap masyarakat dapat mengintegrasikan kebiasaan hidup sehat dalam kesehariannya. Pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur merupakan langkah awal yang sangat efektif dalam mencegah penyakit tidak menular,” tambah dr. Munawar.

Mendukung upaya pencegahan, Dinas Kesehatan Aceh menyelenggarakan program pemeriksaan kesehatan rutin, terutama untuk kelompok risiko tinggi, seperti orang dengan riwayat penyakit keluarga atau faktor risiko tertentu. Pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah diutamakan sebagai upaya deteksi dini.

“Pemeriksaan kesehatan berkala sangat penting, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi. Dengan mendeteksi dini faktor risiko PTM, kita dapat memberikan intervensi yang lebih efektif dan mengurangi dampak buruknya pada kesehatan Masyarakat,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Aceh mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk menyediakan pelayanan kesehatan terpadu yang mencakup pencegahan, deteksi dini, dan manajemen penyakit tidak menular di Puskesmas.

“PANDU PTM adalah pendekatan holistik dalam menangani PTM. Dengan menyediakan pelayanan terpadu di Puskesmas, kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat mendapatkan layanan kesehatan yang komprehensif untuk mencegah dan mengelola penyakit tidak menular dengan baik,” papar dr. Munawar.

Untuk menciptakan lingkungan yang mendukung upaya pengendalian PTM, Dinas Kesehatan Aceh mendorong Kabupaten/Kota untuk mengembangkan kebijakan dan regulasi yang mendukung. Termasuk dalam hal ini adalah implementasi larangan iklan rokok, regulasi terkait makanan dan minuman, serta kebijakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.

“Dalam kerangka kerjasama lintas sektor, kami berupaya mengintegrasikan kebijakan-kebijakan yang mendukung pencegahan PTM. Lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat akan membantu masyarakat lebih mudah mengadopsi perubahan perilaku,” tegas dr. Munawar.

Dalam mengatasi tantangan PTM, Dinas Kesehatan Aceh mengembangkan kerjasama dengan sektor kesehatan dan non-kesehatan, termasuk sekolah, industri, dan masyarakat sipil. Mereka berpartisipasi dalam inisiatif lokal dan nasional untuk mengatasi PTM.

“Kami memahami bahwa pencegahan PTM memerlukan kolaborasi yang luas. Oleh karena itu, kami terus menjalin kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mengatasi masalah kesehatan ini,” ungkap dr. Munawar.

Dinas Kesehatan Aceh tidak hanya berhenti pada implementasi langkah-langkah preventif, namun juga aktif melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap program-program pencegahan PTM yang telah dilaksanakan. Dengan demikian, mereka dapat menyesuaikan program berdasarkan hasil evaluasi untuk meningkatkan efektivitas.

“Pemantauan dan evaluasi merupakan bagian integral dari upaya pencegahan. Dengan memahami dampak program, kami dapat terus mengoptimalkan strategi pencegahan dan memberikan dampak yang lebih besar,” jelas dr. Munawar.

Dalam upaya mengintegrasikan promosi kesehatan, Dinas Kesehatan Aceh aktif melakukan kegiatan promosi kesehatan di Posbindu, sekolah, dan institusi terkait PTM. Selain itu, mereka melaksanakan kegiatan preventif seperti deteksi dini dan pemantauan faktor risiko pada seluruh masyarakat melalui kegiatan Posbindu.

“Promosi kesehatan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Kami berusaha agar pesan-pesan kesehatan dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” kata dr. Munawar.

Dalam mengakhiri wawancara ini, dr. Munawar SPoG menegaskan komitmen Dinas Kesehatan Aceh untuk terus berupaya maksimal dalam menjaga kesehatan masyarakat Aceh.

“Kesehatan adalah aset berharga yang perlu dijaga bersama. Kami berharap, dengan langkah-langkah pencegahan yang telah diimplementasikan, kita dapat bersama-sama meraih masyarakat yang lebih sehat dan produktif di masa yang akan datang,” tandasnya.[Adv]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close