ADVERTORIAL

Tindakan Tegas Dishub Banda Aceh: Tujuh Mobil yang Parkir Sembarangan Digembok

×

Tindakan Tegas Dishub Banda Aceh: Tujuh Mobil yang Parkir Sembarangan Digembok

Sebarkan artikel ini
Salah satu mobil yang parkir sembarangan di Jembatan Lampriet, Kamis (9/11/2023). Foto: (Foto: Dishub Banda Aceh).
Salah satu mobil yang parkir sembarangan di Jembatan Lampriet, Kamis (9/11/2023). Foto: (Foto: Dishub Banda Aceh).

Habanusantara.net, – Sebanyak tujuh kendaraan roda empat atau mobil menjadi sasaran tindakan tegas dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh hari ini, Kamis (9/11/2023).

Aksi penggembokan tersebut merupakan respons terhadap pelanggaran parkir sembarangan yang berulang kali terjadi di sepanjang jalan menuju dan di atas Jembatan Lampriet. Tim Bithe.co melakukan pantauan langsung dan mendapati bahwa meski sudah dipasang penghalang seperti tali panjang, traffic barrier, dan spanduk larangan parkir, beberapa pengemudi tetap memarkirkan kendaraan mereka di tempat yang dilarang.

Puluhan stempel pelanggaran tampak menempel di kaca-kaca mobil yang nekat memarkirkan kendaraannya di sisi kiri dan kanan jembatan. Bahkan, beberapa mobil mengalami penggembokan sebagai bentuk tindakan tegas dari petugas Dishub.

Kepala Bidang Pembinaan, Pengawasan Keselamatan Dishub Banda Aceh, Aqil Perdana Kusumah, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan upaya penindakan terhadap para pelanggar aturan parkir.

“Penggembokan kita lakukan untuk menindaklanjuti para pengemudi yang melanggar aturan larangan parkir di jembatan. Kita sudah berulang kali mengimbau pengunjung agar parkir di tempat yang telah ditentukan,” ungkap Aqil

Meskipun Dishub telah menempatkan water barrier dan spanduk himbauan di sekitar jembatan, pelanggaran parkir masih terus terjadi.

Menurut Aqil, pengunjung dari kabupaten yang datang ke Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 mungkin kurang paham atau tidak mengetahui larangan parkir di atas jembatan. Ia menyayangkan alasan beberapa pengemudi yang mengaku kesulitan menemukan tempat parkir, sehingga memilih untuk memarkirkan kendaraan di tempat yang seharusnya dilarang.

Setelah dilakukan penggembokan, jika pengemudi ingin membuka gemboknya, mereka harus menandatangani surat peringatan perjanjian untuk tidak mengulangi pelanggaran yang sama. Baru setelah itu, petugas bersedia membuka gembok tersebut.

qil berharap tindakan tegas ini dapat menjadi pembelajaran bagi pengemudi agar lebih patuh terhadap aturan dan tidak mengabaikan larangan parkir di lokasi yang tidak diperbolehkan.

Dishub Banda Aceh tak henti-hentinya mengimbau masyarakat Aceh yang sedang mengunjungi PKA ke-8 untuk memarkirkan kendaraannya di tempat yang telah disediakan.

Aqil menegaskan bahwa jembatan bukanlah tempat yang ideal untuk memarkirkan kendaraan, mengingat struktur jembatan tidak dirancang untuk menampung beban yang terlalu berat. Kurangnya kesadaran dan kepedulian pengendara terhadap pengguna jalan lainnya, seperti parkir sembarangan di jembatan, dapat menyebabkan sempitnya badan jalan, meningkatkan risiko kecelakaan, dan merusak kendaraan pribadi.

Dengan tindakan tegas ini, Dishub Banda Aceh berharap dapat menciptakan kesadaran yang lebih tinggi di kalangan pengemudi, menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih tertib, serta mengurangi pelanggaran-pelanggaran yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Aqil mengakhiri pernyataannya dengan mengingatkan kembali bahwa kepatuhan terhadap aturan adalah kunci untuk menciptakan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran dalam berlalu lintas[Adv]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close