Haris (30), salah satu pengunjung setia, mengaku menjadikan waduk sebagai tujuan wajib setiap sore. Baginya, waduk ini adalah tempat untuk kembali bernapas setelah hari panjang.
“Rasanya tidak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk mencari ketenangan. Cukup datang ke sini, lihat air yang tenang, dengar suara angin, hati langsung merasa ringan,” ujarnya sambil memeriksa kamera DSLR yang dibawanya hampir setiap kali ia datang.
Haris menyukai dua hal dari waduk: jalur jogging yang tertata rapi serta momen langit senja yang selalu berubah warna. Ia sering kali datang lebih awal untuk bersepeda mengitari area waduk, kemudian berhenti di titik favoritnya untuk menunggu matahari tenggelam.




















