Pada salah satu sisi tugu, terukir kalimat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari legenda perjuangannya. Kata-kata itu berbunyi:
“Singeuh bengoh tajep kupi di Keude Meulaboh, atawa lon akan mate syahid lam prang suci.”
(Besok pagi kita minum kopi di Meulaboh, atau saya akan syahid dalam Perang Suci.)
Kalimat ini seolah masih menggema setiap kali angin laut berhembus melewati tugu tersebut. Ia bukan sekadar pesan, melainkan sumpah yang menunjukkan keyakinan utuh seorang pejuang bahwa hidup mulia dan mati syahid adalah pilihan yang sama terhormatnya.




















