
Keunikan Tari Saman terletak pada penyajiannya yang sepenuhnya mengandalkan tubuh manusia sebagai instrumen. Tidak ada gendang, seruling, atau alat musik lain. Sebaliknya, suara manusia menjadi pusat harmoni: lantunan syair, sahut-menyahut antarpenari, serta perpaduan tepukan dada, paha, jentikan jari, dan hentakan tubuh membentuk ritme yang semakin lama semakin cepat. Di puncak pertunjukan, tempo yang mendadak meningkat membuat penonton seperti ikut menahan napas. Ketegangan dan kekaguman berpadu ketika para penari tetap mampu mempertahankan ketepatan gerakan, meski irama bergerak begitu liar dan cepat. Di sinilah letak kemegahan Saman—keteraturan di tengah kecepatan, harmoni dalam keserempakan.




















