Meski awalnya ragu karena stigma kuburan sebagai tempat yang menyeramkan, persepsinya berubah setelah memasuki area.
“Ternyata tidak menakutkan. Malah ini tempat belajar sejarah. Saya pikir ini cocok jadi tujuan wisata edukasi,” tambahnya.
Kini, Kerkhof Peutjoet bukan lagi simbol kekalahan atau penaklukan semata. Ia telah berubah menjadi ruang kontemplasi sejarah—tempat di mana keberanian, kekejaman, kehormatan, dan luka kolonialisme berkumpul dalam satu lanskap.




















