Wisata

Kerkhof Peutjoet: Situs Sunyi di Jantung Banda Aceh yang Menyimpan Jejak Perang

×

Kerkhof Peutjoet: Situs Sunyi di Jantung Banda Aceh yang Menyimpan Jejak Perang

Sebarkan artikel ini

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Peutjoet sebagai pusat edukasi tentang dampak perang dan kolonialisme, bukan sekadar objek wisata.

“Aceh bisa mengirim pesan dari sini: hentikan perang, mari berdialog tanpa senjata.”

Meski memiliki nilai sejarah besar dan potensi wisata internasional, ironi muncul dari fakta bahwa banyak warga lokal justru belum pernah berkunjung atau bahkan tidak mengetahui keberadaan situs monumental ini.

Seperti Iklima, warga Aceh Utara yang telah tinggal 12 tahun di Banda Aceh namun baru pertama kali mengunjungi Peutjoet.

“Padahal saya sudah lama tinggal di Banda Aceh, tapi ini pertama kalinya saya masuk ke sini,” katanya sambil memandangi deretan batu nisan.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

  Meski zaman terus bergerak maju, Pemulia Jame tidak kehilangan ruhnya. Memang, bentuknya mungkin mulai berubah mengikuti kesibukan dan struktur kehidupan modern. Namun semangatnya tetap sama: tamu harus dihargai. Kini…

Wisata

Dalam perkembangannya, Sie Reuboh menjadi identitas kuliner Aceh Besar yang selalu hadir pada berbagai kesempatan, mulai dari jamuan keluarga, kenduri meugang, hingga meja-meja makan para perantau yang ingin mengobati rindu…

Wisata

Bahan-bahan Timphan mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat Aceh: kesederhanaan, kehangatan, dan ketulusan. Adonan yang lembut dan manis menggambarkan harapan agar hubungan antaranggota keluarga selalu hangat dan harmonis. Sementara balutan daun…

Wisata

Uniknya, Seumapa tidak pernah bersifat statis. Tradisi ini selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensinya. Di beberapa daerah, proses pembacaan doa dilakukan oleh para teungku dengan iringan syair-syair yang…

Wisata

  Di tengah modernisasi yang semakin cepat, bahasa Aceh menghadapi tantangan yang tidak kecil. Perubahan gaya hidup, arus globalisasi, dan dominasi bahasa Indonesia serta bahasa asing membuat penggunaan bahasa Aceh…

close