Selain Köhler, terdapat pula makam Jenderal Johannes Ludovicius Jakobus Hubertus Pel, komandan lain yang tewas dalam misi penaklukan. Setiap nisan menjadi babak sejarah yang terhenti, namun meninggalkan jejak yang selalu relevan dibaca generasi berikutnya.
Kerkhof Peutjoet telah melewati waktu lebih dari satu abad dan menjadi salah satu situs sejarah yang selamat dari tsunami dahsyat 26 Desember 2004. Gelombang raksasa sempat menimbun area ini dengan lumpur, namun setelah rehabilitasi dan konservasi, bangunan serta nisan kembali berdiri rapi.
Tanpa hiruk pikuk wisata seperti objek lain di Aceh, kompleks ini tetap terawat. Banyak wisatawan mancanegara—terutama keturunan Belanda—datang untuk mencari jejak leluhur, penelitian akademis, atau sekadar menghormati sejarah yang terlupakan.
Bagi Ambo Asse, nilai situs ini jauh lebih besar dari sekadar bangunan bersejarah.
“Kerkhof Peutjoet adalah laboratorium sejarah kolonial. Jika dikelola maksimal, ini bisa menjadi destinasi riset global, konferensi sejarah, dan situs refleksi perdamaian dunia,” tegasnya.




















