Ia menambahkan bahwa monumen ini juga mendorongnya untuk lebih menghargai nyawa dan waktu. “Setiap sudut kota ini punya cerita. Dan di sini, ceritanya adalah tentang kesempatan kedua,” ujarnya.
Di malam hari, Kapal Apung Lampulo diterangi lampu temaram, menciptakan suasana hening dan damai. Monumen ini berhasil mendamaikan masa lalu yang pahit dengan masa kini yang penuh harapan. Ia bukan hanya peninggalan bencana, melainkan bukti ketangguhan masyarakat Gampong Lampulo yang bahu-membahu membangun kembali kehidupan mereka.
Kisah 59 orang yang selamat di dalam kapal ini telah diabadikan dalam berbagai literatur dan film. Mereka adalah saksi hidup betapa pentingnya keberadaan kapal kecil ini, yang seharusnya menjadi alat pencari nafkah, namun diubah takdir menjadi penyelamat.




















