Kapal Apung Lampulo tidak mengenakan biaya masuk yang besar. Wisatawan hanya perlu membayar biaya parkir sukarela, menjadikannya destinasi edukasi yang mudah diakses.
Nora, salah satu pengunjung yang datang bersama teman-temannya, melihat monumen ini sebagai sumber pelajaran berharga. “Ini adalah tempat terbaik untuk belajar tentang tsunami, bukan hanya dari buku. Kami bisa melihat langsung bukti fisik kekuatan alam, dan bagaimana masyarakat Aceh bangkit setelah itu. Kapal ini mengajarkan kami tentang resiliensi,” katanya.





















