ADVERTORIALDPRKParlemenParlementaria

Ketua DPRK Banda Aceh Mengajak Jamaah Tarawih Memaksimalkan Ibadah Ramadan

×

Ketua DPRK Banda Aceh Mengajak Jamaah Tarawih Memaksimalkan Ibadah Ramadan

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar saat menyampaikan ceramah tarawih di Meunasah An-Nikmah, Gampong Kuta Alam, Banda Aceh, Minggu (17/03/2024) malam. FOTO/ HUMAS DPRK BANDA ACEH
Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar saat menyampaikan ceramah tarawih di Meunasah An-Nikmah, Gampong Kuta Alam, Banda Aceh, Minggu (17/03/2024) malam. FOTO/ HUMAS DPRK BANDA ACEH

Habanusantara.net- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengajak para jamaah tarawih agar memaksimalkan ibadah di bulan suci Ramadan dan berlomba mendapatkan ampunan Allah SWT.

“Allah mengingatkan kita agar bersegera mendapatkan ampunan dari Allah swt dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang diperuntukkan bagi orang yang bertaqwa,” kata Farid Nyak Umar mengutip Al-Qur’an Surat Ali-Imran ayat 133 saat menyampaikan ceramah tarawih di Meunasah An-Nikmah, Gampong Kuta Alam, Banda Aceh, Minggu (17/03/2024) malam.

Sebagai seorang manusia, sambung Farid, tentu tidak ada seorangpun yang terbebas dari dosa, karena manusia tidak maksum sebagaimana Rasulullah saw. Dan orang yang berpuasa secara benar akan memperoleh ampunan dari Allah.

Kenapa demikian tanya Farid, karena bagi seorang hamba yang bersegera mendapatkan ampunannya, maka Allah telah mempersiapkan tempat yang paling mulia bagi mereka yang bertaqwa yaitu syurga yang luasnya seluas langit dan bumi.


“Oleh karena itu, mari kita bermuhasabah apakah kita sudahkah kita memaksimalkan doa dan meminta ampun kepada Allah di bulan Ramadan. Karena waktu Ramadan ini sangat berharga,” ujar Farid.

Sebagai seorang muslim, tambah Farid, kita juga harus cerdas melihat waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa dan mohon ampun kepada Allah. Diantaranya ketika menjelang berbuka puasa dan saat sahur, waktu ini sangat mustajab untuk berdoa memohon ampunan dari Allah SWT.


Hal ini sebagaimana kebiasaan dari sahabat Rasulullah Anas bin Malik ra, beliau mengumpulkan keluarganya menjelang berbuka puasa, beliau berdoa kepada Allah kemudian diaminkan oleh anak-anak dan istrinya.

Karena Allah telah menyiapkan ampunan yang besar pada bulan Ramadan ini bagi orang yang berpuasa dengan penuh keimanan mengharapkan pahala dari Allah.


“Karena Rasulullah saw menyampaikan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa orang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharapkan balasan pahala dari Allah, maka akan diampunkan dosanya yang telah lalu,” ucap Ketua DPRK Banda Aceh itu.

Nabi Muhammad SAW merupakan manusia maksum yang bebas dari dosa yang terhindar dari api neraka dan mendapatkan jaminan masuk surga dari Allah, tapi beliau selalu beristighfar kepada Allah. Lalu pertanyaannya, apakah kita sudah terbebas dari dosa? Bermakna kita harus lebih banyak lagi istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.


“Tentu kita lebih layak lagi memperbanyak istighfar kepada Allah. Sebagaimana firman Allah, ‘mohon ampunlah kepada Tuhanmu, karena sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun,'” pungkas Farid mengutip Quran Surat Nuh Ayat 10.

Semangat ibadah di bulan suci Ramadan semakin diperkaya dengan pengajaran dan nasihat dari pemuka agama seperti Farid Nyak Umar, yang tidak hanya mengingatkan akan pentingnya beribadah dengan sepenuh hati, tetapi juga pentingnya memohon ampunan Allah SWT sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.[Adv]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close