Habanusantara.net- Dalam rangka menjaga stabilitas dan kedamaian sosial di tengah ketegangan politik menjelang Pemilu 2024, Tim Operasi Nusantara Cooling System (ONCS) mengambil inisiatif dengan mengunjungi kediaman Habib Umar Al-Mutohar di Gunungpati, Kota Semarang, 10 Oktober 2023.
Kunjungan itu dipimpin oleh Brigjen M. Rudy Syafrudin, yang didampingi oleh Dirbinmas Polda Jateng, Kombes Lafri Prasetyono, serta beberapa staf terkait.
Hadir pula dalam kunjungan ini adalah Kapolsek dan Danramil Gunungpati.
Dirbinmas Polda Jateng Kombes Lafri Prasetyono menjelaskan bahwa pertemuan ini tidak hanya sebagai bentuk silaturahmi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya Cooling System yang sangat penting untuk mencegah potensi konflik sosial yang bisa terjadi menjelang Pemilu 2024.
“Kami memiliki perhatian khusus terhadap isu-isu provokatif yang berakar pada perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang dapat mengancam kedamaian masyarakat,” ujar Kombes Lafri Prasetyono
Kehadiran para tokoh agama, seperti Habib Umar Al-Mutohar, dianggap sangat strategis dalam upaya menciptakan lingkungan yang kondusif di tengah masyarakat.
Kombes Lafri Prasetyono juga menambahkan bahwa mereka memohon kepada Habib Umar Al-Mutohar agar dalam pelaksanaan dakwah dan tausiyahnya, ia tetap menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Sementara perbedaan pendapat dalam Pemilu 2024 adalah hal yang wajar dalam demokrasi, Kombes Lafri Prasetyono menyatakan harapannya bahwa persatuan dan kesatuan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Ia menekankan bahwa pesan-pesan perdamaian dan toleransi harus disebarkan hingga ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga proses demokrasi dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Kami juga memohon kepada Habib Umar Al-Mutohar untuk menyampaikan pesan kepada jamaah agar menghormati perbedaan pendapat dan pilihan dalam Pemilu 2024. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan menjaga persatuan bangsa,” tambahnya.
Dalam suasana yang penuh harap dan kerukunan, pertemuan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan para pemimpin agama dalam menjaga kedamaian dan stabilitas selama masa politik yang kritis ini.
Dengan dukungan dari ulama dan tokoh agama, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi dalam Pemilu 2024 dengan rasa hormat dan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian bangsa.[]




















