HeadlineNews

GeRAK Ajarkan Pemilih Pemula Kenali dan Atasi Hoaks

×

GeRAK Ajarkan Pemilih Pemula Kenali dan Atasi Hoaks

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) berikan edukasi anti hoaks, bekerja sama dengan Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kota Banda Aceh di SMA 8 Banda Aceh, Jumat, 13 Oktober 2023.

Kegiatan tersebut dan diberi nama “Saweu Sikula” dengan tujuan utamanya adalah memberikan pendidikan kepada pemilih pemula agar mereka lebih cerdas dalam menghadapi Pemilu 2024.

Mendekati pemilu 2024, hoax atau informasi palsu telah menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi masyarakat. Dalam situasi ini, peran aktif pemuda sangat penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan mencegah perpecahan dalam persatuan bangsa.

Mahmudin, Progam Officer GeRAK Aceh, menyampaikan dalam sesi pembukaan bahwa kegiatan ini merupakan kunjungan kedua mereka ke sekolah setelah sebelumnya di SMA 9 Banda Aceh. Mereka juga telah menjadwalkan kunjungan ke SMK 1 Banda Aceh besok.

Mahmudin menekankan pentingnya kerjasama antara penyelenggara pemilu dan pemuda dalam kampanye dan edukasi ini.

“Orang muda, terutama di sekolah menengah atas, akan menjadi pemilih pemula pada 2024, dan mereka harus menyadari hak mereka untuk berpartisipasi dan memastikan pemilu yang bersih dan adil,” ujar Mahmudin.

Hasbullah Yunur, Komisioner KIP Banda Aceh, menekankan bahwa suara pemuda akan menentukan masa depan bangsa.

Ia mengingatkan pemuda untuk tidak apatis, dan berharap agar ada lebih banyak diskusi yang memungkinkan siswa yang baru pertama kali memilih nantinya memahami peran mereka dalam berpartisipasi aktif dalam pemilu.

Ely Safrida, Komisioner BAWASLU Kota Banda Aceh, menjelaskan bahwa pemuda juga harus memahami tahapan pemilu dan memastikan nama mereka terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam pengawasan, terutama dalam pemilu 2024 yang akan didominasi oleh suara pemuda.

Ely juga menyadari betapa pentingnya menghadapi masalah hoaks yang akan beredar secara luas dan menekankan perlunya pendidikan bagi pemuda yang aktif di media sosial untuk mencerahkan masyarakat.

Dwy Alfina, anggota Koalisi Anak Muda Demokrasi Resilience (Kamu Demres) dan juga anggota Masyarakat Anti Hoaks Aceh (MAHA), telah lama berfokus pada isu hoaks yang dapat mengancam ketahanan demokrasi di Aceh.

Dwy mengajak pemuda untuk lebih memahami hoaks dan dampaknya dalam masyarakat. Dwy menjelaskan tiga kategori hoaks: misinformation (informasi salah), disinformation (informasi palsu), dan malinformation (informasi yang merusak).

Dengan harapan agar pemuda lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak serta-merta membagikannya tanpa verifikasi.

“Setidaknya tahan jempol, kawan-kawan. Saring dulu sebelum sharing,” pungkas Dwy[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close