ADVERTORIALDPRKParlementaria

Ketua Komisi III: Arsitek Berperan Besar Melahirkan Rancangan Konstruksi Bangunan yang Estetik dan Berkualitas

×

Ketua Komisi III: Arsitek Berperan Besar Melahirkan Rancangan Konstruksi Bangunan yang Estetik dan Berkualitas

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net, Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengakui peran besar arsitek dalam menciptakan rancangan konstruksi bangunan yang estetik dan berkualitas. Hal itu disampaikan Irwansyah saat menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Ketua IAI Aceh baru, Said Husain, sambil menekankan pentingnya eksistensi IAI dalam pembangunan kota.

Irwansyah menyampaikan selamat kepada Said Husain atas terpilihnya dalam Musprov yang dihelat dengan penuh demokrasi.

“Saya mengucapkan selamat kepada Ketua IAI Aceh yang terpilih dalam Musprov ini. Semoga kepemimpinan yang baru akan membawa perubahan positif bagi organisasi yang mewadahi para perancang konstruksi,” ucap Irwansyah.

Irwansyah menyoroti peran penting arsitek dalam dunia pembangunan, mengakui bahwa mereka berperan besar dalam menciptakan rancangan konstruksi bangunan yang estetik dan berkualitas.

Ia juga menekankan bahwa rancangan-rancangan arsitek menjadi simbol peradaban yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial budaya, dan alam.

“Seorang arsitek juga dituntut untuk ‘merancang’ peradaban melalui pembangunan,” tambahnya.

Politisi dari PKS ini juga berharap bahwa Ketua IAI Aceh yang baru terpilih dapat mengembangkan organisasi untuk lebih eksis dalam pembangunan, khususnya di Kota Banda Aceh.

Irwansyah menekankan pentingnya semangat pembaruan, keterbukaan, dan penyesuaian visi misi organisasi dengan peraturan yang berlaku.

Dengan adanya undang-undang profesi yang mewajibkan arsitek memiliki surat tanda registrasi arsitek (STRA), Irwansyah memahami bahwa IAI Aceh perlu melakukan pembaruan untuk memfasilitasi proses ini.

“Saat ini, lulusan arsitek Aceh sudah mencapai ribuan, namun yang memiliki STRA masih dalam ratusan. Inilah tantangan yang harus dihadapi,” ungkapnya.

Selain itu, Irwansyah juga mengharapkan bahwa Ketua IAI menjadi sosok yang mampu merangkul dan berkomunikasi dengan berbagai pihak, memiliki jaringan yang luas, dan memupuk semangat berorganisasi yang kuat. Ia menekankan bahwa eksistensi IAI tidak dapat dibangun sendiri, tetapi harus melibatkan banyak pihak.

“Sosok yang kita harapkan adalah yang humanis, komunikatif, dan memiliki koneksi yang kuat,” tambahnya.

Musyawarah Provinsi IAI Aceh berlangsung selama sehari penuh dan melibatkan dua kandidat, Said Husain dan Salman, dalam pertarungan untuk jabatan Ketua IAI Aceh periode berikutnya. Dengan perolehan suara 84-60, Said Husain secara resmi ditetapkan sebagai Ketua IAI Aceh yang baru untuk periode mendatang.[adv]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close