Habanusantara.net, Pemerintah Aceh memasuki fase penting dalam persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 dengan memulai Training Center (TC) Tahap III bagi Kafilah Aceh. Tahap ini menjadi masa evaluasi sekaligus pemantapan kemampuan sebelum para peserta diberangkatkan ke Kota Semarang, Jawa Tengah, tempat penyelenggaraan MTQ Nasional pada 11–20 September mendatang.
Sebanyak 56 peserta mengikuti pembinaan yang dipusatkan di Aula Serbaguna Dinas Syariat Islam Aceh. Mereka berasal dari berbagai cabang musabaqah yang akan diperlombakan pada MTQ Nasional.
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh, Syakir, yang mewakili Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, mengatakan tahap pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan kafilah yang tidak hanya menguasai materi perlombaan, tetapi juga memiliki kesiapan mental saat tampil di tingkat nasional.
“Saudara-saudara adalah duta Aceh yang membawa nama baik daerah di panggung nasional. Karena itu, manfaatkan setiap proses pembinaan ini untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, memperkuat mental, menjaga kesehatan, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” kata Syakir saat membuka Training Center Tahap III, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, pembinaan tidak semata-mata dilakukan untuk menghadapi kompetisi tahun ini. Pemerintah Aceh juga ingin membangun generasi Qurani yang memiliki kemampuan sekaligus karakter yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Pembinaan Kafilah Aceh tahun ini disusun dalam empat tahap. Tahap pertama berlangsung pada 5–13 Mei, disusul tahap kedua pada 8–15 Juni. Training Center Tahap III digelar pada 6–13 Agustus, sementara tahap terakhir dijadwalkan berlangsung pada 6–10 September, beberapa hari sebelum keberangkatan ke Semarang.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Misran Fuadi, mengatakan pola pembinaan bertahap dipilih agar perkembangan setiap peserta dapat dipantau sekaligus dievaluasi secara berkala.
Setiap tahapan menjadi kesempatan bagi pelatih untuk memperbaiki kekurangan peserta, baik dari sisi teknik, penguasaan materi, maupun kesiapan mental menghadapi persaingan dengan kafilah dari provinsi lain.
“Pembinaan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengasah kemampuan di setiap cabang musabaqah, tetapi juga membangun kesiapan mental, spiritual, serta daya saing peserta. Harapan kami seluruh kafilah mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik untuk Aceh,” ujarnya.
Selama mengikuti Training Center, peserta menjalani pembinaan pada seluruh cabang yang diperlombakan, mulai Tilawah Al-Qur’an, Tartil, Qira’at, Tahfizh, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Untuk memperkuat kualitas latihan, Dinas Syariat Islam Aceh bersama LPTQ Aceh menghadirkan pelatih daerah dan pelatih nasional sesuai bidang masing-masing. Di antaranya Ust. Syahril untuk cabang Tahfizh, Ust. Isep Misbah pada cabang Khattil Qur’an, Ustazah Mawaddah untuk Tilawah, serta Ustazah Maria Kiftiah pada cabang Syarhil Qur’an.
Ketua Harian LPTQ Aceh, Hajarul Akbar, menyebut Training Center Tahap III menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan akhir seluruh peserta sebelum memasuki tahap pemusatan latihan terakhir.

Menurutnya, evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap kemampuan membaca, menghafal, atau menyampaikan materi musabaqah, tetapi juga menyangkut teknik penampilan serta kesiapan mental saat menghadapi dewan hakim.
“Kami optimistis Kafilah Aceh mampu tampil kompetitif di MTQ Nasional. Evaluasi selama Training Center akan menjadi dasar bagi para pelatih untuk memaksimalkan potensi setiap peserta sesuai cabang yang diikuti,” katanya.
Hasil evaluasi selama tahap ketiga itu selanjutnya akan menjadi bahan pembinaan pada Training Center Tahap IV. Tahap terakhir tersebut diharapkan menjadi penyempurnaan akhir sebelum seluruh peserta diberangkatkan ke Kota Semarang.
Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar satu bulan, rangkaian pembinaan tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi peserta dan pelatih untuk memastikan setiap cabang musabaqah tampil dengan kesiapan terbaik saat mewakili Aceh pada MTQ Nasional XXXI.[***]





