Wisata

Puncak Tangse, Destinasi Dataran Tinggi yang Makin Diminati Wisatawan di Pidie

×

Puncak Tangse, Destinasi Dataran Tinggi yang Makin Diminati Wisatawan di Pidie

Sebarkan artikel ini

Habansantara.net -Puncak Tangse di Kabupaten Pidie terus menarik perhatian sebagai salah satu destinasi dataran tinggi yang menawarkan ketenangan alam sekaligus pemandangan luas yang memanjakan mata. Berlokasi di Desa Keude Tangse, Kecamatan Tangse, kawasan ini menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin sejenak menjauh dari hiruk pikuk kota dan menikmati suasana pegunungan yang alami.

Perjalanan menuju Puncak Tangse bukanlah perjalanan singkat. Dari Kota Banda Aceh, pengunjung harus menempuh sekitar tiga setengah jam perjalanan darat. Meski cukup panjang, rute tersebut kerap dianggap sebagai bagian dari pengalaman berwisata karena sepanjang jalan, pengunjung akan disuguhi pemandangan perbukitan dan hijaunya pedesaan Pidie. Saat kendaraan semakin mendekati kawasan Tangse, udara terasa semakin sejuk dan pepohonan lebat mulai mendominasi pandangan.

Setibanya di kawasan puncak, pengunjung akan langsung disambut panorama alam yang terbentang luas dari berbagai sisi. Dari ketinggian ini, hamparan persawahan warga terlihat seperti permadani hijau yang disusun rapi di kaki bukit. Rumah-rumah penduduk tampak kecil dan tertata di sela-sela sawah, memberi kesan damai khas pedesaan. Di kejauhan, gugusan pegunungan berdiri tegap dipayungi kabut tipis, seolah menjadi penjaga alam Tangse yang masih terjaga.

Spot-spot foto telah disiapkan di beberapa sudut lokasi, termasuk papan nama besar bertuliskan “Puncak Tangse” yang menjadi ikon destinasi ini. Para pengunjung biasanya menghabiskan waktu untuk berfoto, menikmati angin sejuk, atau sekadar duduk memandang pemandangan sambil melepas penat. Udara pegunungan yang bersih menjadi nilai tambah yang banyak dicari, mengingat suhu di kawasan ini jauh lebih sejuk dibandingkan wilayah pesisir Aceh.

Walau akses utama ke Kecamatan Tangse sudah terbilang baik, tantangan sesungguhnya dimulai ketika memasuki Desa Keude Tangse. Dari titik ini, pengunjung harus melanjutkan perjalanan sekitar satu kilometer melalui jalan bebatuan yang menanjak. Kondisi ini menuntut kehati-hatian, terutama pada musim hujan ketika lintasan menjadi lebih licin.

Namun, tantangan tersebut justru menjadi bagian dari keseruan perjalanan bagi sebagian wisatawan. Agus, pengunjung asal Banda Aceh sengaja khusus datang ke Tangse untuk menikmati wisata tersebut.

“Seru sekali kesini. Ada tantangan tersendiri, tapi sampai di atas, semua terbayarkan. Pemandangannya itu, luar biasa,” kata Agus.

Menurutnya, perjalanan yang membutuhkan tenaga ekstra itu justru menambah kesan tersendiri. Saat kendaraan akhirnya berhenti di puncak, seluruh rasa lelah langsung tergantikan oleh panorama alam yang terbuka luas di depan mata.

Usai menikmati pemandangan, sebagian pengunjung memilih menghangatkan tubuh dengan secangkir Kopi Tangse. Daerah ini memang terkenal sebagai penghasil kopi berkualitas, termasuk varietas Liberika yang memiliki aroma khas menyerupai buah nangka. Keunikan aroma itulah yang membuat Kopi Tangse memiliki penggemar tersendiri.

Bagi Agus, mencicipi Kopi Tangse adalah kegiatan wajib setelah menjelajahi puncak.

“Kopi Tangse dan Mie Aceh itu wajib dinikmati,” ungkapnya.

Tidak jauh dari area puncak, pengunjung dapat menemukan warung-warung sederhana yang menyajikan Mie Aceh dengan cita rasa pedas dan kaya rempah. Kehangatan mie yang berpadu dengan udara sejuk pegunungan menjadi kombinasi yang pas untuk menutup perjalanan sebelum kembali pulang.

Puncak Tangse bukan sekadar tempat untuk melihat pemandangan dari ketinggian. Destinasi ini menghadirkan pengalaman komplit: tantangan rute perjalanan, keindahan alam yang masih alami, dan kuliner khas daerah yang memperkaya pengalaman berwisata. Pengunjung dapat merasakan suasana pedesaan yang tenang, berinteraksi dengan masyarakat sekitar, sekaligus menikmati udara bersih yang semakin jarang ditemui di perkotaan.

Keindahan yang ditawarkan Puncak Tangse juga memperkuat peran Kabupaten Pidie sebagai daerah yang memiliki potensi wisata dataran tinggi. Dengan pesona alam yang autentik dan pengalaman perjalanan yang unik, kawasan ini terus menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.

Destinasi ini membuktikan bahwa keindahan tidak selalu harus ditemukan di tempat yang ramai dan penuh fasilitas modern. Terkadang, perjalanan menuju daerah dataran tinggi yang sederhana justru menyimpan pengalaman paling berkesan—seperti ketenangan alam Tangse yang mampu memberi jeda dari padatnya aktivitas sehari-hari.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Bahasa Aceh bukan hanya sarana berbicara, tetapi jiwa kebudayaan yang terus hidup dalam denyut masyarakat Tanah Rencong. Di tengah arus modernisasi, bahasa ini tetap menjadi penanda jati diri yang menghubungkan…

close