Impian Putra Aceh di Tanah Bualemo

Saniah
Rian bersama anak-anak Bualemo, Provinsi Gorontalo. | Istimewa
A-AA+A++

Rian memulai mengenal  pendidikan di Aceh, melalui Pustaka Kampung Impian, pada 2020 hingga 2021.  Di Semarang, Jawa Tengah, melalui PKBM Mutiara Indonesia pada 2021, dan menjadi Pengajar Muda di Bualemo, Provinsi Gorontalo, dari 2022 hingga 2024. “Di sini, saya mulai menyadari, belum banyak yang bisa saya lakukan untuk  membuat banyak cerita dan pandangan tentang pendidikan, khusunya di tanah kelahiran saya,” cerita pria kelahiran Bireuen, 1996 silam.

Waktu menempah tekad bulat Rian, untuk melakukan perubahan. Ia mulai terlibat serius di dunia pendidikan dimulai dari mengajar di sekolah swasta.  Kemudian, lanjut ke Pustaka Impian dan akhirnya mendaftar jadi Pengajar Muda dan sekarang bertugas di Bualemo.

“Mengunjungi beberapa desa terpencil di Aceh, saya melihat kurangnya jumlah tenaga pendidik dan masalah kehadiran guru dalam mengajar di sekolah yang masih minim,” cerita Rian lagi via phone, Minggu, (20/9/2026) dari Gorontalo.

Meski di rantau, Rian masih pasih berbahasa Aceh dan logat kental Aceh pun masih terdengar saat dia berbicara dengan menggunakan bahasa Ibu Pertiwi, bahasa pemersatu bangsa, Bahasa Indonesia.

Ketika media ini bertanya, dari pengalamannya berwara-wiri Aceh-Jawa Tengah, mana lebih baik pendidikan di Aceh dengan Jawa Tengah. Menurut Rian, pendidikan di Semarang dirasanya lebih baik jika dibandingkan dengan yang ada Aceh. Pada 2021 lalu, lanjutnya, ia berkesempatan ikut merasakan bagaimana pendidikan yang ada di Semarang yaitu bersama PKBM Mutiara Indonesia.