Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ismail, mewakili Kepala Disbudpar Aceh untuk membuka diskusi. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan wisata halal muslim tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga pada komitmen menjaga kualitas layanan.
“Pengembangan wisata halal muslim di Aceh terus berjalan, meskipun istilahnya berubah. Namun, implementasinya tetap sama, yaitu memastikan layanan wisata mengikuti prinsip-prinsip halal secara menyeluruh,” ujar Ismail.














