Sabang

Dukungan Penuh DPRK untuk Kelanjutan Pembangunan Mes Sabang

×

Dukungan Penuh DPRK untuk Kelanjutan Pembangunan Mes Sabang

Sebarkan artikel ini
Mes Sabang di Banda Aceh
Muhammad Rizki Setiawan, saat meninjau Mes Sabang di Banda Aceh. Foto: (Dokumen pribadi).

Pemko Sabang berencana melanjutkan pembangunan Mes Sabang menggunakan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2026. Dari total alokasi dana sekitar Rp28 miliar yang diterima Kota Sabang, sekitar Rp19 miliar akan difokuskan untuk penyelesaian pembangunan mes tersebut.

Rizki menilai, proyek Mes Sabang tidak hanya penting sebagai sarana akomodasi bagi warga Sabang, tetapi juga sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan ekonomi daerah.

“Dengan penyelesaian proyek ini, diharapkan muncul sumber pendapatan baru bagi daerah. Mes Sabang bisa menjadi simbol kemandirian ekonomi Sabang dan memperkuat identitas kita sebagai kota wisata,” jelasnya.

Setelah sempat berhenti pada tahun 2017, Pemko Sabang pada tahun 2019 sempat mengubah status Mes Sabang menjadi hotel, dengan tujuan untuk membuka peluang kerja sama pemanfaatan aset dengan pihak ketiga. Namun, upaya itu belum berhasil.

Proses lelang kerja sama telah dilakukan dua kali, tetapi semuanya gagal. Beberapa faktor teknis dan administratif disebut menjadi penyebab utama tidak terlaksananya kerja sama tersebut.

Kini, dengan kepemimpinan baru di bawah Zulkifli Adam dan Suradji, serta dukungan penuh DPRK, proyek tersebut dipastikan akan dilanjutkan dengan sumber dana langsung dari pemerintah daerah.

Rizki menegaskan bahwa penyelesaian proyek Mes Sabang merupakan salah satu janji politik pasangan Zulkifli Adam–Suradji saat kampanye pemilihan kepala daerah.

“Saya yakin proyek Mes Sabang akan selesai di bawah kepemimpinan Zulkifli Adam–Suradji. Ini adalah komitmen nyata mereka untuk membangkitkan kembali potensi ekonomi Sabang,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sabang untuk ikut mendorong dan mendukung proses penyelesaian proyek tersebut agar bisa segera dimanfaatkan.

“Ini bukan hanya soal bangunan, tapi soal kebanggaan dan masa depan Sabang. Kita harus bersama-sama mengawalnya,” tutup Rizki.

Jika rampung, Mes Sabang diharapkan menjadi salah satu aset strategis penopang PAD Kota Sabang, terutama di sektor jasa dan pariwisata. Gedung tersebut dapat difungsikan sebagai hotel, wisma tamu, atau pusat pertemuan bagi instansi pemerintah dan masyarakat umum.

Selain meningkatkan pendapatan daerah, keberadaan Mes Sabang juga diproyeksikan akan mendorong geliat ekonomi lokal di sekitar kawasan Simpang Lima Banda Aceh, sekaligus memperkuat posisi Sabang sebagai daerah otonomi yang mandiri dan berdaya saing.

Sementara itu, Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menegaskan bahwa pembangunan Mes Sabang harus segera diselesaikan, tanpa terkendala alasan apapun.

“Saya berharap proses penyelesaian tidak ada yang menghambat,” ujar Zulkifli beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika pembangunan Mes yang berbentuk seperti hotel berbintang ini tidak segera rampung, hal tersebut bisa menjadi masalah serius bagi perekonomian dan citra daerah. Mes Sabang dianggap sangat strategis dan menjanjikan, sehingga penyelesaiannya menjadi prioritas.

“Penyelesaian pembangunan Mes Sabang ini untuk memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan pendapatan bagi Kota Sabang,” jelas Zulkifli.

Ia menambahkan bahwa tujuan awal Pemerintah Kota Sabang membangun mes ini adalah sebagai modal untuk peningkatan ekonomi dan pendapatan daerah.

“Sia-sia uang yang sudah habis untuk mes itu kalau memang mes itu tidak selesai dikerjakan,” tegasnya.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Sabang

“Di Sabang ada kehidupan religius yang hangat. Masyarakatnya masih menjaga tradisi zikir, kenduri, dan kegiatan keagamaan lainnya. MTQ akan menghidupkan kembali semangat itu sekaligus memperkenalkan wajah religius Sabang kepada seluruh…

close