Habanusantara.net — Proyek pembangunan Mes Sabang yang berlokasi di kawasan Simpang Lima, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, dipastikan akan kembali dilanjutkan oleh Pemerintah Kota Sabang.
Pembangunan gedung yang sempat mangkrak selama hampir delapan tahun itu kini mendapat perhatian serius dari Wali Kota Sabang Zulkifli Adam dan Wakil Wali Kota Suradji, dengan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang.
Mes Sabang sendiri mulai dibangun pada tahun 2013 dengan menggunakan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). Proyek ini pada awalnya dirancang sebagai akomodasi resmi milik Pemko Sabang, sekaligus menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain untuk kebutuhan tamu pemerintahan, mes tersebut juga diharapkan dapat menjadi fasilitas penginapan masyarakat Sabang yang beraktivitas di Banda Aceh.
Namun, sejak tahun 2017, proses pembangunan Mes Sabang terhenti dan bangunannya terbengkalai. Kondisi gedung yang sebagian telah berdiri kini tampak memprihatinkan, dengan beberapa bagian mulai mengalami kerusakan akibat tidak adanya perawatan.
Padahal, jika proyek tersebut rampung, Mes Sabang diyakini mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi Kota Sabang, baik melalui penyewaan kamar, kegiatan pertemuan, maupun aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Dukungan Penuh dari DPRK Sabang
Dukungan terhadap penyelesaian proyek ini datang dari berbagai pihak, termasuk dari Fraksi Amanat Bulan Bintang Berkarya DPRK Sabang, yang merupakan gabungan dari Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Golkar.
Ketua Fraksi sekaligus Ketua DPD PAN Sabang, Muhammad Rizki Setiawan, menegaskan pihaknya mendukung penuh langkah pemerintah kota untuk menuntaskan proyek tersebut.
“Kami Fraksi Amanat Bulan Bintang Berkarya akan mendukung Pemko Sabang untuk melanjutkan proyek itu, karena potensi PAD dari Mes Sabang sangat besar. Ini aset penting yang harus segera dimanfaatkan,” ujar Rizki, Sabtu (1/11/2025).
Rizki menyebut, proyek-proyek pemerintah yang menggunakan anggaran besar tidak seharusnya dibiarkan terbengkalai tanpa hasil yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Apapun ceritanya, Mes Sabang harus dituntaskan agar aset daerah tersebut dapat segera digunakan. Kami akan mengawal agar proses ini berjalan lancar tanpa kendala,” tegasnya.




















