Di depan bangunan utama benteng, sebuah meriam besi tua sepanjang tiga meter yang dulunya siap menembaki kapal musuh, kini berdiri membisu. Meriam ini menjadi focal point yang powerful. Dengan mengarahkan kamera dari sudut rendah, Anda dapat menangkap moncong meriam yang gagah menunjuk ke horizon biru, memberikan kesan petualangan dan nostalgia dalam satu bidikan.
Selain meriam, bangunan utama Benteng yang kokoh, dengan permukaan betonnya yang berlumut dan bertekstur, menawarkan latar yang rustic dan edgy. Warna abu-abu yang kusam kontras indah dengan hijau pepohonan tropis dan birunya langit Sabang, sangat ideal bagi Anda yang menyukai gaya fotografi minimalis atau monochrome.
Kelebihan lain dari Benteng Anoi Itam adalah kedekatannya dengan Pantai Anoi Itam. Nama “Anoi Itam” sendiri berarti “Pasir Hitam”, merujuk pada keunikan pantai di bawah bukit yang memiliki pasir vulkanik berwarna hitam legam. Pasir hitam ini adalah keunikan yang jarang ditemui di Sabang, yang mayoritas pantainya berpasir putih.




















