Wisata

Benteng Anoi Itam, Sejarah Hingga Surga Instagenic di Sabang

×

Benteng Anoi Itam, Sejarah Hingga Surga Instagenic di Sabang

Sebarkan artikel ini

Di depan bangunan utama benteng, sebuah meriam besi tua sepanjang tiga meter yang dulunya siap menembaki kapal musuh, kini berdiri membisu. Meriam ini menjadi focal point yang powerful. Dengan mengarahkan kamera dari sudut rendah, Anda dapat menangkap moncong meriam yang gagah menunjuk ke horizon biru, memberikan kesan petualangan dan nostalgia dalam satu bidikan.

Selain meriam, bangunan utama Benteng yang kokoh, dengan permukaan betonnya yang berlumut dan bertekstur, menawarkan latar yang rustic dan edgy. Warna abu-abu yang kusam kontras indah dengan hijau pepohonan tropis dan birunya langit Sabang, sangat ideal bagi Anda yang menyukai gaya fotografi minimalis atau monochrome.

Kelebihan lain dari Benteng Anoi Itam adalah kedekatannya dengan Pantai Anoi Itam. Nama “Anoi Itam” sendiri berarti “Pasir Hitam”, merujuk pada keunikan pantai di bawah bukit yang memiliki pasir vulkanik berwarna hitam legam. Pasir hitam ini adalah keunikan yang jarang ditemui di Sabang, yang mayoritas pantainya berpasir putih.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

  Meski zaman terus bergerak maju, Pemulia Jame tidak kehilangan ruhnya. Memang, bentuknya mungkin mulai berubah mengikuti kesibukan dan struktur kehidupan modern. Namun semangatnya tetap sama: tamu harus dihargai. Kini…

Wisata

Dalam perkembangannya, Sie Reuboh menjadi identitas kuliner Aceh Besar yang selalu hadir pada berbagai kesempatan, mulai dari jamuan keluarga, kenduri meugang, hingga meja-meja makan para perantau yang ingin mengobati rindu…

Wisata

Bahan-bahan Timphan mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat Aceh: kesederhanaan, kehangatan, dan ketulusan. Adonan yang lembut dan manis menggambarkan harapan agar hubungan antaranggota keluarga selalu hangat dan harmonis. Sementara balutan daun…

Wisata

Uniknya, Seumapa tidak pernah bersifat statis. Tradisi ini selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensinya. Di beberapa daerah, proses pembacaan doa dilakukan oleh para teungku dengan iringan syair-syair yang…

Wisata

  Di tengah modernisasi yang semakin cepat, bahasa Aceh menghadapi tantangan yang tidak kecil. Perubahan gaya hidup, arus globalisasi, dan dominasi bahasa Indonesia serta bahasa asing membuat penggunaan bahasa Aceh…

close