“Jujur, awalnya saya hanya tahu ini benteng Jepang, jadi ekspektasinya hanya bangunan tua. Tapi begitu menaiki tangga dan sampai di puncaknya, view-nya langsung bikin lupa diri,” ujar Nadia, sambil menyesuaikan lensa kameranya.
“Ini bukan sekadar melihat sejarah, ini tentang bagaimana sejarah memberikan frame terbaik untuk alam yang kita nikmati hari ini,” tambahnya.
Nadia mengaku paling terkesan dengan struktur bunker pertahanan yang sebagian besar tersembunyi di bawah tanah, dengan celah-celah bidik berbentuk tapal kuda yang menghadap Selat Malaka.




















