Politik

PPP Ungkap Suara Turun saat PSI Naik Signifikan

×

PPP Ungkap Suara Turun saat PSI Naik Signifikan

Sebarkan artikel ini
Plt Ketua Umum PPP MUhammad Mardiono saat meluncurkan logo baru yang akan digunakan partainya menyambut Pemilu 2024. di Jakarta, Kamis (5/1/2023). ANTARA/HO-Humas PPP

Habanusantara.net | Ketua DPP PPP Achmad Baidowi alias Awiek mengungkap perolehan suara partainya sempat mengalami penurunan dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) real count Komisi Pemulihan Umum (KPU).

Awiek mengatakan perolehan suara partainya tercatat 3.058.000 pada 28 Februari lalu. Namun, jumlah tersebut turun menjadi 3.040.000 pada hari ini.

“Pada 28 Februari, itu suara PPP dalam posisi 3.058.000 sekian, tapi hari ini itu 3.040.000 sekian,” kata Awiek saat dihubungi, Minggu 3 Maret.

Merujuk data KPU per pukul 14.00 WIB, total perolehan suara PPP kini menjadi 3.080.665 atau 4,01 persen. Sementara suara PSI tercatat 2.403.255 atau 3,13 persen.

PSI mulanya mengantongi 2.291.882 suara atau 3 persen pada Jumat 1 Maret 2024 pukul 06.00 WIB, berdasarkan 65,34 persen data yang masuk ke KPU.

Suara PSI lalu naik ke 2.395.363 atau 3,12 persen pada sehari setelahnya pukul 11.00 WIB, alias melesat 103.481 suara hanya dalam 30 jam.

Awiek menilai penurunan suara PPP yang sempat terjadi ini sebagai anomali. Menurutnya, saat yang bersamaan ada kenaikan perolehan suara partai lain yang signifikan.

“PPP bukan persentasenya, kalau persentase itu otomatis karena otomatis mengikuti jumlah suara. Ini masalahnya suara yang didapatkan itu turun,” katanya.

Awiek mengingatkan KPU bahwa Sirekap bukan bukan sistem penghitungan resmi. Merujuk Pasal 393 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, hasil yang sah itu adalah penghitungan berjenjang yang disaksikan oleh partai politik.

Menurut Awiek, berdasarkan hitungan internal, PPP telah lolos parliamentary threshold 4 persen.

“Kami sudah menyampaikan protes ke KPU. Janjinya mau dilihat lagi mau diperbaiki dan memastikan KPU tidak menggubakan Sirekap dalam basis penghitungan hasil suara partai,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Muchammad Romahurmuziy juga memprotes kejanggalan tersebut. Ia menduga ada operasi ‘sayang anak’ di balik fenomena lonjakan suara PSI.

Pria yang akrab disapa Romy itu membandingkan lonjakan suara PSI dengan penurunan angka yang dialami PPP. Ia menegaskan kenaikan suara PSI tak wajar.

“Mohon atensi kepada @kpu_ri dan @bawasluri, operasi apa ini? Meminjam bahasa pak @jusufkalla, operasi ‘sayang anak’ lagi?” ucap Romy di akun @romahurmuziy pada Sabtu 2 Maret.

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengajak semua pihak menunggu hasil akhir dari perhitungan manual KPU. Ia mengkritik para pihak yang mencoba menggiring opini soal lonjakan suara PSI.

“Apalagi hingga saat ini masih lebih dari 70 juta suara belum dihitung dan sebagian besar berada di basis-basis pendukung Jokowi di mana PSI mempunyai potensi dukungan yang kuat,” ujarnya, dalam keterangan tertulis.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close