Habanusantara.net – Suasana gembira dan semarak terasa di rumah dinas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, di kawasan Neusu Jaya, Kecamatan Baiturrahman. Farid Nyak Umar melaksanakan Kenduri Apam dan eksibisi Tet Apam sebagai upaya menyemarakkan bulan Ra’jab. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah kawula muda dan milenial yang peduli terhadap kuliner endatu Aceh.
Eksibisi ini melibatkan peserta dari Asrama Putra dan Asrama Putri IMPM Mutiara Raya, yang dibagi ke dalam empat kelompok, baik laki-laki maupun perempuan.
Mereka mengambil bagian dalam memasak apam dan menampilkan keahlian dalam Tet Apam, di mana kreativitas mereka dinilai oleh dewan juri.
Farid Nyak Umar menjelaskan bahwa kegiatan ini awalnya hanya sebagai ajang silaturahim di tengah kesibukan, namun kemudian berkembang menjadi sebuah inisiatif yang lebih meriah.
“Kemudian ada ide agar lebih meriah, maka kita ajaklah adik-adik dari Asrama IMPM Mutiara Raya untuk bisa memeriahkan kenduri Apam dengan eksibisi,” ujar Farid.
Menurut Farid, tradisi Tet Apam merupakan bagian dari warisan budaya dan kuliner endatu Aceh yang perlu dilestarikan.
“Tet Apam adalah bagian dari tradisi dan budaya yang harus kita rawat dan lestarikan, terutama dalam bulan Ra’jab yang dikenal sebagai buleun Apam,” tambahnya.
Farid menggarisbawahi pentingnya tradisi tersebut dalam memperkuat silaturrahmi, merawat warisan budaya, serta memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT.
“Bulan Ra’jab bagi orang Aceh dikenal dengan buleun Apam. Ada banyak filosofi terkandung dalam perayaan buleun Apam, di antaranya mensyukuri nikmat Allah sebelum datangnya bulan Ramadan dan memperkuat silaturrahmi sesama masyarakat Aceh,” ungkap Farid.
Prof Dr Hasanuddin Yusuf Adan dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh juga menyoroti pentingnya menjaga tradisi tersebut sekaligus tidak melupakan kewajiban ibadah salat.

Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bagian dari khazanah kultural Aceh yang perlu dilestarikan.
Pemenang dalam eksibisi Tet Apam, Zahratun Raihan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Farid Nyak Umar atas penyelenggaraan acara tersebut.
Baginya, kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang promosi kuliner khas Pidie, tetapi juga sebagai upaya merawat dan melestarikan warisan budaya Aceh.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kebersamaan dan kesenangan semata, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam menjaga kearifan lokal dan merawat tradisi yang telah diwariskan oleh leluhur.
Dengan semangat tersebut, generasi milenial Aceh diharapkan dapat menjadi pelopor dalam mempertahankan kekayaan budaya dan kuliner daerah mereka.
Farid Nyak Umar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pelestarian budaya dan tradisi Aceh, serta memotivasi generasi muda untuk menghargai serta melestarikan warisan nenek moyang.
Semoga semangat kebersamaan dalam menyambut tradisi kenduri apam dan tet apam ini tetap terjaga dan terus berkembang di kalangan masyarakat Aceh.[Adv]



















