ADVERTORIAL

Dishub Ingatkan Pedagang Tak Jualan di Halte Bus Trans Kuta Raja

×

Dishub Ingatkan Pedagang Tak Jualan di Halte Bus Trans Kuta Raja

Sebarkan artikel ini
Pedagang berjualan di area yang berdekatan dengan Halte Masjid Raya Baiturrahman. Foto: (Dokumen Dishub Banda Aceh).

Habanusantara.net, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh terus mengupayakan ketertiban dan kenyamanan di fasilitas transportasi umum, khususnya di Halte Bus Trans Kuta Raja.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Banda Aceh, Bukhari Sufi, melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan, Aqil Perdana Kesumah, menyampaikan imbauan kepada para pedagang kaki lima agar tidak berjualan di sekitar halte.

“Kami mengingatkan bahwa halte bus bukanlah tempat yang sesuai untuk kegiatan berjualan pedagang kaki lima. Aturan ketat terkait pedagang kaki lima di area halte bus Trans Kuta Raja berlaku sepanjang waktu, tanpa ada jam tertentu yang mengizinkan pedagang untuk berjualan di lokasi tersebut,” ungkap Aqil Perdana Kesumah pada Selasa (7/11/2023).

Meskipun penegakan ketertiban di Halte Bus Trans Kuta Raja berada di bawah tanggung jawab Dishub Provinsi Aceh dan UPTD Trans Kuta Raja, Dishub Banda Aceh turut berperan dalam menjaga kelancaran program transportasi umum yang dikelola oleh pemerintah Aceh. Langkah ini dilakukan dengan mengintensifkan pengawasan di sekitar halte bus dan kawasan yang rawan pelanggaran.

“Kami membantu mengawasi agar program pemerintah Aceh terhadap transportasi umum tetap berjalan baik. Dengan langkah-langkah ini, kita harapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman bagi penumpang transportasi umum di Kota Banda Aceh,” tambah Aqil.

Dalam upaya memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, Dishub Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan di sekitar halte bus.

Hal ini dianggap sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi penumpang.

Aqil mengungkapkan bahwa petugas Dishub ditempatkan di dekat halte serta kawasan rawan pelanggaran parkir, terutama terkait pelanggaran parkir di halte bus. Kendaraan yang melanggar aturan dengan parkir di halte bus akan dikenai tindakan tegas, termasuk pemasangan stiker pelanggaran dan pencatatan nomor kendaraan pelanggar.

“Dalam kerjasama dengan Dishub Provinsi Aceh dan UPTD Trans Kuta Raja, kita bersama-sama menjaga ketertiban dan kelancaran sistem transportasi umum di kota ini. Upaya ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna transportasi umum di Banda Aceh,” tutur Aqil.

Tak hanya itu, Dishub Banda Aceh juga berupaya mengatur para pedagang yang berjualan di sekitar area halte bus. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa halte bus dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya, yaitu sebagai tempat penumpang menunggu transportasi umum.

Aqil Perdana Kesumah mengingatkan akan pentingnya kesadaran masyarakat agar saling menjaga dan tidak mengalihfungsikan fasilitas umum, terutama yang dapat mengganggu kenyamanan berlalu lintas.

“Mengalihfungsikan fasilitas umum untuk tujuan pribadi atau kepentingan tertentu dapat menghambat mobilitas masyarakat umum dan menciptakan kerumitan dalam berlalu lintas,” tegasnya.

Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman bagi penumpang transportasi umum di Kota Banda Aceh.

“Pentingnya kesadaran dan kerjasama dalam menjaga fasilitas umum tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan,” pungkas Aqil Perdana Kesumah.[Adv]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close