ADVERTORIALDPRKParlemen

Ketua DPRK Dorong Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani

×

Ketua DPRK Dorong Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani

Sebarkan artikel ini

*Pelatihan Sebagai Langkah Awal

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, hadir dalam pembukaan pelatihan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Hotel Seventeen, Setui, Selasa (28/11/2023).
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, hadir dalam pembukaan pelatihan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Hotel Seventeen, Setui, Selasa (28/11/2023).[Foto/HO For Habanusantara]

Habanusantara.net– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, hadir dalam pembukaan pelatihan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Hotel Seventeen, Setui, Selasa (28/11/2023).

Acara pelatihan ini diikuti oleh 25 ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Banna Tani dari Gampong Kota Baru, Kecamatan Kuta Alam, yang diselenggarakan oleh Serikat Inong Aceh (SeIA).

Farid Nyak Umar, dalam kesempatan tersebut, menjelaskan bahwa dirinya menginisiasi kegiatan ini dengan tujuan agar para ibu-ibu anggota KWT dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan terkait pertanian atau budidaya tanaman.

Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi keluarga mereka.

Menurut Farid, di tengah keterbatasan lahan pertanian di kota, para ibu-ibu memiliki potensi untuk memanfaatkan lahan kecil di sekitar perkarangan rumahnya.

Lahan tersebut dapat dijadikan area produktif dengan berbagai jenis tanaman yang tidak hanya memenuhi kebutuhan internal keluarga, tetapi juga bisa bersifat konsumtif.

“Terbatasnya lahan di kota bukan jadi halangan, namun ibu-ibu perlu berkreativitas dan produktif agar sektor pertanian di kota pun dapat tumbuh,” ujarnya dengan penuh semangat.

Mendorong Kreativitas dan Produktivitas dalam Pertanian Kota

Ketua DPD PKS Banda Aceh menekankan bahwa KWT memiliki peran penting sebagai wadah bagi ibu-ibu untuk mengelola dan mengekspresikan kreativitas di bidang pertanian.

Selain itu, KWT juga menjadi sarana untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan bagi anggota kelompok.

Farid mendorong peserta pelatihan agar tidak hanya memfokuskan pengetahuan pada aspek budidaya tanaman, tetapi juga memahami pentingnya penanganan pasca panen dan pengolahan hasil.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk pertanian dengan penambahan nilai (value added).

“Setelah panen, ibu-ibu bisa mengolah hasil panen sayuran menjadi rendang sayuran atau diolah menjadi syrup dalam kemasan standar. Ini akan memberikan nilai jual yang lebih tinggi,” paparnya.

KWT Banna Tani sebagai Pioner Penggerak Pertanian Kota

Farid Nyak Umar berharap bahwa KWT Banna Tani dapat menjadi pioner yang menggerakkan kelompok tani di berbagai gampong di kota Banda Aceh.

KWT diharapkan dapat berperan sebagai kelas belajar, wahana kerjasama antar anggota KWT, serta sebagai unit produksi yang mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan kota.

“Saya mengapresiasi terselenggaranya pelatihan ini, khususnya para ibu-ibu KWT yang bersungguh-sungguh menggali ilmu tentang pertanian.

Ilmu ini nantinya dapat diterapkan dan memberikan pengaruh positif terhadap pembangunan kota Banda Aceh,” tuturnya dengan penuh keyakinan.

Dukungan Dari Berbagai Pihak

Pembukaan pelatihan KWT ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP), Samsul Bahri. Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Kota (Sekwan DPRK) Banda Aceh Tarmizi, Kabag Umum dan Keuangan Muslim, Kabag Hukum Humas dan Persidangan Yusnardi, serta Kabag Penganggaran dan Pengawasan Maulidar.

Tak ketinggalan, Ketua KWT Banna Tani, Noor Azlinda Aldani, juga turut hadir dalam acara pembukaan ini.

Dengan dukungan dari berbagai pihak dan antusiasme para ibu-ibu KWT, diharapkan bahwa kegiatan pelatihan ini akan menjadi langkah awal yang berhasil dalam pemberdayaan kelompok tani di kota Banda Aceh.

Ke depannya, diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru dari KWT yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pertanian di tingkat lokal dan lebih luasnya, bagi ekonomi kota Banda Aceh.[Adv]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close