Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, menyatakan kesiapannya dalam melakukan kerjasama dan pendampingan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan masyarakat Aceh Jaya.
Dalam sebuah pertemuan antara Penjabat Bupati Aceh Jaya, Nurdin, dan Kepala Dinas Peternakan Aceh, terungkap masalah serius yang harus segera ditangani terkait kondisi fisik sapi-sapi di Aceh Jaya yang semakin mengecil.
Zalsufran mengungkapkan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh perkawinan sedarah, dan sebagai langkah pembaharuan, ternak yang bertubuh kecil akan secara bertahap diganti melalui mekanisme pasar.
Nurdin menyampaikan harapannya agar upaya pelestarian sapi asli Aceh dilakukan di Aceh Jaya melalui padang penggembalaan yang sedang disiapkan.
Ia juga mengapresiasi instruksi dari Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, kepada Dinas Peternakan Aceh untuk membantu masyarakat Aceh Jaya, yang diharapkan memberikan dorongan pengembangan ekonomi.
Selain itu, Nurdin juga mengungkapkan rencana hilirisasi peternakan di Aceh Jaya dengan memperkenalkan rumah potong hewan dan pasar hewan.
Menurutnya, hal ini akan memberikan keuntungan bagi masyarakat peternak dan menjadi diversifikasi pendapatan masyarakat. Lebih lanjut, ia berharap agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan dibantu untuk mengembangkan industri pengolahan daging di Aceh Jaya.
Potensi pasar muslim, terutama produk-produk halal, di dunia menjadi peluang yang besar, termasuk kemungkinan hadirnya rendang Aceh Jaya di masa depan.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Peternakan Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, diharapkan upaya penertiban ternak dan pengembangan sektor peternakan akan berjalan sukses, memberikan manfaat bagi masyarakat dan ekonomi daerah.[is]




















