Habanusantara.net, Banda Aceh – Kondisi keuangan pemko Banda Aceh untuk tahun anggaran 2022 yang sedang berjalan ini sudah mulai kritis. Defisit anggaran diperkirakan mencapai Rp. 169 Milyar bila semua kegiatan yang telah dianggarkan dalam APBK 2022 ini dijalankan. Hal tersebut diungkap oleh ketua pansus utang, Ramza Harli, usai mengikuti rapat dengan Sekda dan kepala BPKK di ruang rapat banggar DPRK, Selasa, 2 Agustus 2022.
Ramza menjelaskan, pendapatan yang diperoleh pada tahun 2022 ini dipakai untuk membayar utang tahun 2021. Sehingga saat ini pemerintah kota tidak mampu untuk membiayai berbagai program kegiatan yang telah dianggarkan didalam APBK Tahun Anggaran 2022 ini, “jadi ibarat gali lobang tutup lobang untuk melunasi utang-utang sebelumnya” ungkap Ramza.
“Artinya untuk menormalkan kembali jalannya pemerintahan dan terlaksananya berbagai kegiatan yang telah dianggarkan dalam APBK tahun 2022 ini, dibutuhkan dana sebesar Rp. 169 Milyar lagi”, jelasnya.
Ramza berharap, untuk mengatasi persoalan ini, Pj. Walikota sesegera mungkin harus memahami bagaimana kondisi keuangan saat ini yang sesungguhnya, dan memiliki strategi guna mengatasi persoalan keuangan pemko yang sedang mengalami defisit hingga mencapai Rp. 169 Milyar ini.
“Kami berharap penuh agar Pj. Walikota mampu menyembuhkan kondisi kota kita yang sedang sakit ini dengan mengambil langkah-langkah strategis , mengingat tahun anggaran 2022 hanya tinggal 5 bulan lagi”, ungkapnya.
Untuk diketahui, saat ini banyak sekali usulan-usulan masyarakat yang telah disampaikan pada saat reses anggota DPRK dan telah dianggarkan dalam APBK 2022 ini, belum dapat dilaksanakan diakibatkan tidak tersedianya dana disetiap SKPD, jelasnya lagi.
Ramza berharap agar masyarakat jangan salah menerima informasi dari pihak-pihak yang ingin melakukan pengalihan fakta untuk menutupi persoalan utang pemko yang telah terjadi saat ini.
“Kami tidak ada waktu berbalas pantun untuk menanggapi berbagai berita miring terhadap lembaga dewan. Warga kota sudah cerdas semuanya, mereka tahu siapa yang menyebabkan kondisi seperti ini terjadi”, ungkapnya kesal.
“Kami sudah tau, ada pihak tertentu yang menggiring opini menyesatkan, ingin mengadu domba Pj. Walikota dengan pihak legislative agar pemerintahan yang sedang dijalankan oleh Pj saat ini gagal, dengan tujuan melakukan pengalihan isu terhadap utang pemko yang sedang berjalan ditahun ini”, jelasnya.
Ramza berharap kepada seluruh jajaran pemerintahan kota, terutama para pejabat tinggi mulai dari Sekda hingga para kadis agar tidak ikut-ikutan bermain politik, jalani seluruh perintah Pj. Walikota sebagai pimpinan tertinggi di pemerintahan Kota Banda Aceh.
“Sebagai Ketua komisi 1 yang membidangi pemerintahan, kami akan pantau dan awasi terus kinerja mereka”, sebut politisi ulung dari Partai Gerindra ini.
“Mari bersatu padu semuanya mencari solusi atas persoalan yang sedang menimpa kota kita tercinta ini. Dari pihak kami, sesuai dengan tupoksi yang diatur dalam undang-undang, yang bisa kami lakukan saat ini hanyalah memberi masukan, saran dan pendapat kepada Pj walikota bagaimana cara mengatasi persoalan yang sangat berat ini, eksekusinya ada di pihak walikota”, tambahnya lagi.
“Kami juga tidak ingin beban berat ini dipikul sendiri oleh Pj. Walikota, kami ingin membantu Pj untuk mencari solusi konkret agar bisa keluar dari persoalan keuangan yang sedang terjadi ini,” tuturnya.
Solusi yang bisa kami sampaikan saat ini, Pj harus mengoptimalkan kinerja seluruh OPD penghasil PAD agar berupaya terus semaksimal mungkin meningkatkan PAD. Selanjutnya bila ada kegiatan yang dilaksanakan tanpa ada SPD dari BPKK, jangan lakukan pembayaran. Kemudian Pj harus memangkas berbagai kegiatan operasional yang kurang efisien di seluruh OPD.
Kami sangat berharap kepada Pj. Walikota untuk dapat meloby Pj. Gubernur untuk mengucurkan seluruh dana kompensasi BMEC sebesar Rp. 79 Milyar pada tahun ini juga. Dana kompensasi tersebut telah disepakati bersama yang difasilitasi oleh KPK saat itu, tutup Ramza yang baru ditetapkan sebagai sekretaris DPC Gerindra Kota Banda Aceh ini.[adv]




















