Sinyal Belum Merata di Jalur Wisata, Sabang Dorong Penguatan Jaringan Telekomunikasi

Redaksi4
A-AA+A++

Habanusantara.net – Pemerataan jaringan telekomunikasi masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Sabang, terutama di sejumlah jalur menuju kawasan wisata. Meski jaringan internet 4G telah menjangkau pusat kota dan beberapa destinasi unggulan, seperti Iboih, sejumlah kawasan perbukitan dan pesisir masih mengalami keterbatasan sinyal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Sabang. Instansi ini mulai memetakan sejumlah lokasi yang mengalami gangguan jaringan, baik berupa titik lemah sinyal (weak spot) maupun wilayah yang belum terjangkau layanan telekomunikasi (blankspot).

Pemetaan dilakukan untuk mengetahui kawasan yang membutuhkan peningkatan kualitas dan jangkauan jaringan. Data tersebut selanjutnya disampaikan kepada pihak terkait agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi.

Kepala Diskominfo Kota Sabang, Junizar, mengatakan jaringan 4G sebenarnya telah tersedia di sejumlah kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan. Namun, pemerataan layanan masih perlu ditingkatkan, khususnya pada jalur penghubung menuju destinasi wisata.

“Namun, titik lemah sinyal atau blankspot masih ditemui pada jalur lintas perbukitan menuju lokasi wisata atau daerah pesisir,” kata Junizar.

Menurutnya, pusat Kota Sabang dan beberapa kawasan wisata, termasuk Iboih, sudah terjangkau jaringan 4G. Meski demikian, kondisi geografis Sabang yang terdiri atas perbukitan dan kawasan pesisir menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas jangkauan telekomunikasi.

Persoalan ini menjadi penting mengingat aktivitas pariwisata saat ini semakin erat dengan penggunaan teknologi digital. Wisatawan membutuhkan akses internet sejak merencanakan perjalanan, mulai dari mencari informasi destinasi, menentukan rute melalui aplikasi peta, memesan penginapan, hingga mencari tempat makan.

Kebutuhan tersebut tidak berhenti setelah wisatawan tiba di lokasi tujuan. Selama perjalanan, jaringan internet tetap dibutuhkan untuk berkomunikasi, mengakses informasi, maupun memanfaatkan berbagai layanan digital.

Karena itu, ketersediaan jaringan yang stabil tidak cukup hanya di pusat kota dan kawasan wisata utama. Jalur menuju destinasi juga perlu mendapat perhatian agar wisatawan tetap memperoleh akses telekomunikasi selama perjalanan.

Junizar menilai, sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, Sabang membutuhkan dukungan infrastruktur telekomunikasi yang memadai. Perkembangan teknologi telah mengubah cara wisatawan merencanakan dan menikmati perjalanan sehingga akses internet menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang kenyamanan pengunjung.

Untuk mendorong pemerataan jaringan, Diskominfo Sabang telah meneruskan hasil pemetaan kawasan lemah sinyal kepada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi).

Langkah tersebut dilakukan agar wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan mendapat perhatian dalam upaya pengembangan layanan telekomunikasi.

Selain kepada BAKTI, informasi mengenai lokasi lemah sinyal juga telah disampaikan kepada operator seluler, salah satunya Telkomsel. Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat mendorong peningkatan kapasitas menara telekomunikasi yang telah tersedia sehingga kualitas layanan di kawasan yang membutuhkan dapat diperbaiki.

Dalam hal ini, Diskominfo berperan mengidentifikasi kebutuhan dan memfasilitasi koordinasi dengan pihak terkait. Sementara pengembangan serta peningkatan kapasitas jaringan membutuhkan dukungan penyelenggara layanan telekomunikasi.

Pemerataan jaringan juga dinilai penting bagi pelaku usaha pariwisata di Sabang. Penginapan, usaha kuliner, penyedia jasa perjalanan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin membutuhkan media digital untuk memperkenalkan produk dan layanan kepada calon pengunjung.

Dengan dukungan internet yang memadai, pemanfaatan berbagai layanan digital diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Sebaliknya, keterbatasan jaringan dapat menghambat akses terhadap informasi dan layanan berbasis internet.

Upaya pemetaan titik lemah sinyal tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan Diskominfo terhadap pengembangan pariwisata berbasis digital atau smart tourism di Sabang.

Melalui konsep ini, teknologi informasi diharapkan dapat menunjang pengelolaan dan pelayanan pariwisata, termasuk memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai destinasi, akomodasi, transportasi, serta berbagai kebutuhan selama perjalanan.

Namun, pengembangan pariwisata digital harus didukung infrastruktur telekomunikasi yang memadai. Tanpa jaringan yang stabil, berbagai layanan berbasis teknologi akan sulit dimanfaatkan secara maksimal.

Selain mendorong peningkatan kualitas jaringan seluler, Diskominfo Sabang juga memfasilitasi penyediaan akses Wi-Fi publik gratis di sejumlah tempat keramaian dan lokasi yang menjadi titik berkumpul wisatawan.

Fasilitas tersebut dihadirkan untuk memberikan kemudahan akses internet bagi masyarakat maupun pengunjung, khususnya di kawasan yang telah menyediakan layanan Wi-Fi publik.

Meski demikian, keberadaan Wi-Fi publik belum dapat sepenuhnya menjawab persoalan keterbatasan sinyal di sepanjang jalur wisata. Penguatan jaringan seluler tetap diperlukan, terutama di kawasan perbukitan dan pesisir yang berada di luar pusat keramaian.

Kedua langkah tersebut menjadi upaya yang saling melengkapi. Penyediaan Wi-Fi publik memberikan akses internet di lokasi tertentu, sedangkan peningkatan kapasitas jaringan seluler dibutuhkan untuk memperluas jangkauan layanan selama perjalanan menuju destinasi wisata.

Bagi Sabang, pemerataan jaringan telekomunikasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata. Sebab, kebutuhan wisatawan terhadap konektivitas digital tidak hanya berada di pusat kota atau kawasan penginapan, tetapi juga sepanjang perjalanan menuju berbagai destinasi.