Erwin Ferdinansyah Ketum Perkemi Aceh 2026 – 2030, Kempo Cabor Emas PON

Redaksi3
Ketua Perkemi Aceh terpilih periode 2026 - 2030, Erwin Ferdinansyah (tengah) foto bersama panitia usai Musperprov di Banda Aceh, Selasa (30/9/2026). Foto : Ist.
A-AA+A++

habanusantara.net, Banda Aceh– Ir Erwin Ferdinansyah ST MT resmi dipercaya memimpin Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Aceh periode 2026-2030.

Erwin terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Persaudaraan Provinsi (Muperprov) Perkemi Aceh yang dibuka  Ketua Umum PB Perkemi Laksdya TNI (Purn) Prof Dr Agus Setiadji, SAP, MA di Seventeen Hotel, Banda Aceh, Rabu (30/9/2026).

Musyawarah tersebut diikuti 17 Pengurus Cabang (Pengcab) Perkemi kabupaten/kota se-Aceh. Forum ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi sekaligus penguatan pembinaan Shorinji Kempo di Aceh dalam empat tahun ke depan.

Erwin menggantikan Dr. Islahuddin, M.Ec CA Ketua umum kepengurusan periode 2022 – 2026 yang telah habis masa bakti.

Jalannya persidangan dipimpin oleh Ibnu Sakdan selaku Ketua Muperprov, didampingi Akhyar Daud sebagai pimpinan sidang.

Cabor Unggulan

Wakil Ketua Umum II Bidang Organisasi KONI Aceh, T. Rayuan Sukma yang mewakili

Ketua Umum, Saiful Bahri atau Pon Yaya, menyebutkan, Perkemi merupakan suatu cabang olahraga unggulan Aceh.

Menurutnya, konsistensi prestasi tersebut terbukti dalam empat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON), olahraga kempo selalu menyumbangkan medali emas bagi Aceh, terakhir PON XXI Aceh – Sumut 2024.

“Perkemi Aceh merupakan suatu cabang  olahraga beladiri andalan KONI Aceh yang terus menyumbangkan medali emas di setiap PON, terutama dalam empat edisi terakhir,” ujar Rayuan.

Begitu juga, kata Rayuan, capaian pada PON beladiri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, Shorinji Kempo Aceh menjadi satu-satunya cabang olahraga yang berhasil mempersembahkan medali emas untuk Aceh.

“Pada PON bela diri di Kudus tahun 2025, Kempo menjadi satu-satunya cabang olahraga yang mempersembahkan medali emas untuk Aceh. Ini menjadi penyelamat KONI Aceh pada ajang nasional tersebut,” katanya.

Rayuan berharap kempo tetap menjadi andalan bagi Aceh meraih medali emas pada PON XXII/2026.

Memperkuat

Sementara itu, Ketua terpilih, Erwin Ferdinansyah, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat pembinaan atlet Kempo di Aceh secara berkelanjutan.

“Pembinaan akan kita lakukan secara intensif untuk meningkatkan dan menjaga prestasi Kempo Aceh,” ujar Erwin.

Ia menekankan, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang. Tidak hanya bertumpu pada atlet berprestasi, tetapi juga memberi ruang bagi lahirnya atlet-atlet muda potensial.

Penguatan peran Pengcab di kabupaten/kota menjadi kunci, karena pembinaan atlet sangat bergantung pada aktivitas di daerah.

Erwin menyebutkan, kepengurusan baru memiliki modal penting, yakni prestasi pada PON XXI Aceh–Sumut 2024, di mana Shorinji Kempo Aceh berhasil menyumbang medali emas.

“Capaian itu menjadi catatan penting perjalanan Kempo Aceh dalam beberapa tahun terakhir. Namun, mempertahankan prestasi tentu tidak lebih mudah daripada meraihnya,” ujarnya.

Menurutnya, regenerasi atlet, peningkatan kualitas pelatih, penyelenggaraan kompetisi secara rutin, serta persiapan menghadapi kejuaraan nasional harus dilakukan secara berkesinambungan.

Shorinji Kempo, lanjut Erwin, bukan sekadar olahraga bela diri. Lebih dari itu, Kempo mengajarkan nilai-nilai disiplin, persaudaraan, pengendalian diri, dan pembentukan karakter yang melekat dalam diri setiap kenshi. Karena itu, prestasi dan pembentukan karakter harus berjalan beriringan.

Dengan dukungan 17 Pengcab, pengurus baru memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan prestasi sekaligus memperluas pembinaan Kempo hingga ke daerah.

“Pembinaan atlet usia muda menjadi sangat penting untuk memastikan Aceh tidak hanya memiliki atlet berprestasi hari ini, tetapi juga pelapis untuk menghadapi berbagai kejuaraan di masa mendatang,” kata Erwin.

Peningkatan kapasitas pelatih dan kualitas pertandingan di tingkat daerah juga diharapkan mampu menciptakan atmosfer kompetisi yang lebih sehat.

Prestasi di PON XXI diharapkan tidak hanya menjadi catatan sejarah, melainkan pijakan untuk melahirkan generasi baru kenshi Aceh yang mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi di tingkat nasional. (Sdm).