Tak Harus ke Puskesmas, Warga Banda Aceh Kini Bisa Dapat Layanan Kesehatan Lewat Pusling

Redaksi
A-AA+A++

habanusantara.net – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan menghadirkan layanan Puskesmas Keliling (Pusling) untuk menjangkau warga yang mengalami keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan, termasuk pasien pasca stroke yang membutuhkan pemeriksaan dan pendampingan secara berkala.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, drg. Supriyadi, mengatakan layanan Pusling menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan meski memiliki kendala dalam mobilitas.

“Untuk pasien-pasien stroke yang aktivitasnya agak sulit untuk menuju layanan kesehatan, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan mempunyai program inovasi berupa Puskesmas Keliling,” kata Supriyadi, Kamis (10/9/2026).

Ia menjelaskan, pasien pasca stroke menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian khusus karena sebagian mengalami keterbatasan gerak dan membutuhkan pemantauan kondisi kesehatan secara rutin.

Melalui layanan Pusling, tenaga kesehatan dapat mendatangi masyarakat secara langsung dengan membawa peralatan pemeriksaan yang tersedia dalam armada pelayanan tersebut. Tim yang turun terdiri dari dokter dan perawat, serta dapat melibatkan dokter spesialis sesuai kebutuhan.

“Layanan Pusling ini alatnya cukup lengkap, kemudian dikunjungi oleh dokter dan perawat. Terkadang juga kami mengajak dokter spesialis,” ujarnya.

Supriyadi menyebutkan, dalam beberapa kegiatan Pusling sebelumnya, Dinas Kesehatan telah melibatkan dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis jiwa. Ke depan, pihaknya berencana menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam untuk mendukung pelayanan, terutama bagi pasien stroke.

“Dalam waktu dekat mungkin akan kami usulkan keterlibatan spesialis penyakit dalam, khususnya untuk pasien-pasien stroke,” katanya.

Layanan Pusling tersebut merupakan bagian dari inovasi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga tingkat gampong. Sebelumnya, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal telah meresmikan layanan ambulans Puskesmas Keliling di Posyandu Boh Hate Ma, Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, pada Sabtu (13/6/2026) lalu.

Kehadiran layanan tersebut diarahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, cepat, dan merata, terutama bagi masyarakat yang tidak memungkinkan datang langsung ke puskesmas.

Selain layanan pengobatan dan pemantauan pasien, Dinas Kesehatan Banda Aceh juga terus memperkuat upaya pencegahan penyakit melalui kegiatan skrining kesehatan di masyarakat.

Menurut Supriyadi, kegiatan skrining dilakukan oleh masing-masing puskesmas melalui pelayanan di dalam gedung maupun dengan turun langsung ke lapangan, seperti melalui Posyandu Lansia, Posbindu, dan Posyandu.

Saat ini, berbagai kegiatan tersebut mulai diintegrasikan dalam Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), yakni pelayanan terpadu yang menyasar seluruh kelompok usia dalam satu kegiatan.

“Semua sasaran umur dibuat dalam satu kegiatan. Jadi dilakukan skrining sesuai kelompok usia dalam satu hari pelayanan,” jelasnya.[***]