9,22 Persen Remaja Putri Banda Aceh Anemia, Ini Cara Mencegahnya

Redaksi
Ilustrasi Pemeriksaan Remaja PUtri
Ilustrasi Pemeriksaan Remaja PUtri
A-AA+A++

Habanusantara.net – Sebanyak 9,22 persen remaja putri yang menjalani skrining anemia di Banda Aceh terdeteksi mengalami anemia. Pemeriksaan dilakukan terhadap siswi kelas VII dan X dan hasilnya dilaporkan puskesmas melalui aplikasi Sigizi Kesga.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nurjannah, mengatakan remaja putri yang terdeteksi anemia langsung mendapat penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan di puskesmas.

“Berdasarkan laporan pada aplikasi Sigizi Kesga yang dilaporkan oleh puskesmas, diketahui 9,22 persen remaja putri yang diskrining terdeteksi anemia,” kata Nurjannah, Selasa (22/9/2026).

Baca juga : Dinkes Banda Aceh Bekali Nakes Cara Dampingi Keluarga Merawat Lansia

Ia menjelaskan remaja putri menjadi salah satu kelompok yang rentan mengalami anemia karena sedang berada dalam masa pertumbuhan dan memiliki aktivitas tinggi. Risiko tersebut juga dipengaruhi pola makan yang kurang mengandung protein dan zat besi.

Tak hanya itu, kondisi serupa juga diperparah dengan remaja putri mengalami menstruasi yang menyebabkan tubuh kehilangan darah sehingga kebutuhan zat besi dan protein sebagai pembentuk hemoglobin ikut meningkat.

Menurut Nurjannah, anemia tidak hanya membuat tubuh mudah lelah, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi belajar dan menurunkan daya tahan tubuh.

“Dampak anemia pada remaja mengakibatkan penurunan produktivitas, konsentrasi belajar yang berdampak pada prestasi belajar dan daya tahan tubuh,” ujarnya.

Baca juga : Dinkes Banda Aceh Bekali Nakes Cara Dampingi Keluarga Merawat Lansia

Risiko anemia juga dapat terjadi pada anak sekolah. Kebiasaan tidak sarapan, konsumsi jajanan yang rendah protein dan zat besi, serta aktivitas yang tinggi menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko tersebut.

Pada anak, anemia dapat mengganggu konsentrasi belajar dan menurunkan daya tahan tubuh sehingga lebih rentan mengalami infeksi.

Untuk mengurangi risiko anemia, remaja putri perlu memperhatikan pola makan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan protein, serta tidak membiasakan diri melewatkan sarapan.

Sumber zat besi dan protein dapat diperoleh dari makanan seperti daging, ikan, telur, hati, serta kacang-kacangan. Konsumsi makanan bergizi secara beragam juga penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh selama masa pertumbuhan.

Selain pola makan, tablet tambah darah (TTD) menjadi salah satu upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Konsumsi TTD perlu dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan atau program yang diberikan melalui sekolah dan fasilitas kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nurjannah, SKM., MKM [Foto/Fira/Habanusantara.net
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nurjannah, SKM., MKM [Foto/Fira/Habanusantara.net

Remaja putri yang mengalami keluhan seperti mudah lelah, lemas, pusing atau mengalami penurunan konsentrasi juga perlu mendapat perhatian. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi dan menentukan penanganan yang sesuai.

Risiko anemia juga dapat muncul pada anak sekolah. Kebiasaan tidak sarapan, konsumsi jajanan yang rendah protein dan zat besi, serta aktivitas yang tinggi menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko anemia.

Pada anak, kondisi tersebut dapat mengganggu konsentrasi belajar dan menurunkan daya tahan tubuh sehingga lebih rentan mengalami infeksi.

Karena itu, pencegahan anemia tidak hanya menjadi tanggung jawab remaja. Keluarga, sekolah dan tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan makan bergizi, memastikan remaja putri mendapatkan TTD sesuai program dan mendorong pemeriksaan ketika ditemukan tanda atau keluhan yang mengarah pada anemia.

Dengan pencegahan dan deteksi sejak dini, anemia pada remaja putri diharapkan dapat ditangani sebelum berdampak lebih jauh terhadap aktivitas, proses belajar dan kesehatan mereka.[***]