Habanusantara.net – Di Dataran Tinggi Gayo yang sejuk dan terkenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia, pengalaman menikmati secangkir kopi benar-benar naik kelas. Tidak lagi sekadar tentang menyeduh dan menyeruput di balik meja kafe modern, tetapi lebih dari itu: merasakan kopi di habitat alaminya. Inilah yang ditawarkan Seladang Kafe, sebuah destinasi wisata ngopi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang menghadirkan sensasi menikmati kopi langsung di tengah hamparan perkebunan Arabika.
Begitu memasuki kawasan ini, alunan suara gemerisik daun kopi yang tertiup angin menjadi sambutan alami yang menenangkan. Udara terasa ringan dan segar, membawa aroma tanah yang subur bercampur wangi samar bunga kopi yang mekar. Bagi pecinta kopi, suasana ini adalah surga. Bagi mereka yang datang hanya sekadar berlibur, suasana ini tetap menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Afni, seorang pengunjung dari Takengon yang datang bersama suami dan tiga anaknya, mengaku sengaja merencanakan kunjungan ke Seladang Kafe setelah mendengar banyak cerita tentang tempat ngopi unik yang benar-benar berada di tengah kebun kopi. Mereka baru saja menempuh perjalanan sekitar 30 menit ketika sampai di lokasi. Begitu tiba, ekspektasi langsung terlampaui oleh pemandangan di depan mata.
Sebelum memasuki area utama, pengunjung akan melewati sebuah terowongan tanaman buatan yang rimbun. Jalur ini seolah menjadi pintu gerbang menuju dunia lain, dunia yang lebih hijau, lebih tenang, dan lebih dekat dengan alam. Setelah melewatinya, hamparan kebun kopi terbentang luas. Pohon-pohon kopi berjajar rapi, ditemani pondok-pondok kayu yang berdiri sederhana namun estetik di antara barisan tanaman.
Konsep yang diusung Seladang Kafe sepenuhnya terbuka dan alami. Tidak banyak dinding beton yang membatasi ruang; sebaliknya, pengunjung merasakan udara segar mengalir bebas di antara pepohonan. Atap kafe memberikan teduh yang cukup, sementara pemandangan sekitarnya dibiarkan tetap seperti aslinya, menyatu tanpa batas. Anak-anak yang datang bersama orang dewasa pun biasanya langsung merasa betah. Mereka bebas berjalan di jalur kebun, mengamati buah kopi yang sedang tumbuh, atau sekadar berlari kecil di area terbuka yang aman.
Saat memilih tempat duduk di salah satu pondok kayu, para tamu dapat memesan kopi andalan Arabika Gayo, yang menjadi primadona di sini. Bagi Afni dan keluarga, momen pertama menyeruput kopi di Seladang Kafe menjadi pengalaman yang terasa berbeda.
“Rasanya lebih segar, lebih jujur,” ujarnya.

Aroma kopi terasa lebih kuat, dengan cita rasa yang lebih bersih dibandingkan sajian di kafe perkotaan. Menurutnya, sensasi ngopi langsung di kebunnya membuat pengalaman tersebut terasa jauh lebih autentik.
Di Seladang Kafe, pengunjung tidak hanya menikmati seduhan kopi, tetapi juga bisa melihat langsung perjalanan kopi dari pohon hingga ke cangkir. Proses yang biasanya tersembunyi di balik industri kopi, di tempat ini diperlihatkan dengan terbuka.
Beberapa staf kafe sering kali berbagi cerita tentang varietas kopi Gayo, cara menanam, merawat, hingga memanen. Bahkan, tersedia kesempatan untuk mencoba memetik buah kopi langsung dari pohonnya—sebuah pengalaman edukatif yang jarang bisa didapatkan di tempat lain.
Pengunjung lain yang datang bersama rombongan sering memanfaatkan waktu untuk belajar tentang kopi sambil menikmati udara sejuk perbukitan. Suasana ini membuat Seladang Kafe tidak hanya menjadi tempat melepas penat, tetapi juga tempat belajar yang menyenangkan. Afni mengaku melihat beberapa pengunjung lainnya sedang antusias dijelaskan tentang karakteristik kopi oleh staf kafe.
Seladang Kafe juga dikenal sebagai tempat healing yang ramah keluarga. Suasananya yang tenang, tanpa gangguan bising kendaraan, membuat siapa pun mudah merasa rileks. Duduk di bawah naungan pepohonan rindang sambil memandangi kebun kopi yang hijau, ditemani angin lembut dan kopi panas di tangan, menjadi momen sederhana yang mampu menghapus lelah.
“Tempat ini cocok untuk keluarga. Anak-anak senang bermain, sementara kami bisa menikmati kopi tanpa harus khawatir mereka bosan,” kata Afni.
Tak hanya menawarkan pengalaman ngopi, Seladang Kafe juga memiliki banyak spot foto menarik. Terowongan tanaman, susunan pondok kayu, hingga latar kebun kopi yang seolah tak berujung menjadikan setiap sudut lokasi ini layak untuk diabadikan dalam kamera. Tidak heran jika tempat ini kerap dipenuhi anak muda atau wisatawan yang ingin mencari foto dengan nuansa alam Gayo yang khas.
Secara keseluruhan, Seladang Kafe berhasil menghadirkan pengalaman ngopi yang jauh melampaui sekadar duduk dan menyeruput. Ini adalah kombinasi harmonis antara wisata edukasi kopi, keindahan alam Gayo, dan suasana hangat yang cocok untuk pengunjung dari berbagai kalangan. Di sini, secangkir kopi bukan hanya minuman, tetapi perjalanan rasa—dari pohon, tangan petani, hingga akhirnya tiba di hadapan pengunjung dengan aroma yang menggoda.
Bagi yang ingin merasakan kopi di “rumah” alaminya, Seladang Kafe di Bener Meriah adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Pengunjung pulang bukan hanya membawa kopi sebagai oleh-oleh, tetapi juga cerita dan kenangan tentang bagaimana kopi seharusnya dinikmati: di tengah kebun, ditemani alam yang menenangkan, dan disajikan oleh tangan-tangan yang memahami betul prosesnya.




















