Habanusantara.net – Aceh Tengah kembali menunjukkan pesonanya sebagai salah satu daerah dengan ragam destinasi wisata alam yang menenangkan. Di antara banyaknya pilihan wisata, muncul satu tempat yang semakin mencuri perhatian, terutama bagi pencinta fotografi dan pengunjung yang mencari suasana tenang. Destinasi tersebut adalah Kala Temu, sebuah kawasan bernuansa garden yang terletak di Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.
Berada di dataran tinggi Gayo yang terkenal dengan udara sejuk dan panorama pegunungannya, Kala Temu menawarkan pengalaman yang berbeda dari wisata alam biasa. Suasana damai, desain taman yang rapi, serta latar perbukitan hijau menjadikannya tempat pelarian yang tepat dari kebisingan kota besar.
Setibanya di Kala Temu, pengunjung langsung disambut hamparan tanaman hias yang tertata rapi. Berbagai warna daun dan bunga membentuk jalur setapak yang dapat dijelajahi dengan berjalan santai. Penataan taman yang halus dan teratur menghadirkan suasana seperti berada di garden Eropa, tetapi tetap menyimpan karakter alam Gayo yang kuat.
Di beberapa sudut, berdiri gubuk kayu berdesain unik yang diletakkan di tepi kolam atau danau buatan. Gubuk-gubuk ini bukan hanya menjadi spot foto favorit, melainkan juga memberi nuansa tradisional yang hangat. Tiang lampu kayu dengan lonceng kecil di puncaknya turut memperkaya estetika pedesaan yang menjadi ciri khas Kala Temu.
Keindahan kawasan ini kian sempurna berkat langit Aceh Tengah yang sering dihiasi awan dramatis. Garis perbukitan yang memagari area taman terlihat semakin tegas ketika cahaya matahari pagi atau sore jatuh lembut di atasnya. Tidak heran jika Kala Temu menjadi lokasi idaman bagi pengunjung yang ingin mendapatkan hasil foto Instagramable tanpa perlu banyak usaha.
Setiap sudut tempat ini tampak dipikirkan secara matang untuk memberi kesan visual yang memanjakan mata. Hamparan semak hijau kekuningan, bunga-bunga ungu yang mencolok, dan danau kecil yang memantulkan langit biru menjadi kombinasi yang sulit dilewatkan begitu saja.
Untuk mencapai tempat ini dari Banda Aceh, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar tujuh jam. Waktu tempuh yang panjang ini seringkali membuat wisatawan mempertimbangkan ulang perjalanan mereka. Namun, pengalaman sesampainya di lokasi justru menjadi pembuktian bahwa usaha tersebut tidaklah sia-sia.
Intan, salah seorang wisatawan yang datang dari Banda Aceh, mengaku perjalanan panjang menuju Kala Temu terbayar tuntas saat ia melihat sendiri keindahan yang ditawarkan.
“Saya sangat menikmati pemandangan di tempat wisata ini. Jaraknya memang lumayan, tapi begitu sampai, rasa lelahnya hilang. Pegunungan yang asri dan tanaman hijau di sini benar-benar memberikan ketenangan yang jarang bisa didapatkan di kota,” ujarnya.
Ia terlihat antusias berkeliling untuk mencari sudut foto terbaik. Dalam salah satu jepretannya, ia berpose dengan kedua tangan membentuk simbol damai (peace) berlatar perbukitan dan taman bunga. Foto tersebut mencerminkan suasana damai yang ia rasakan selama berada di Kala Temu.
Selain menawarkan panorama garden yang indah, Kala Temu juga menghadirkan pengalaman bersantai lewat Cafe Kala Temu, sebuah kafe dengan konsep terbuka yang memanjakan pengunjung dengan pemandangan langsung ke taman dan perbukitan.

Kafe ini menjadi tempat ideal untuk beristirahat setelah berkeliling area wisata. Pengunjung dapat menikmati secangkir kopi Gayo yang terkenal dengan cita rasa khas dan aroma kuat, sambil duduk santai menatap hamparan taman. Selain kopi, tersedia pula berbagai pilihan makanan ringan hingga hidangan berat yang membuat waktu bersantai semakin lengkap.
Konsep kafe yang ditata hangat memberikan kenyamanan tersendiri bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu lebih lama. Banyak wisatawan yang datang bukan hanya untuk berfoto, tetapi juga sekadar duduk menikmati suasana, berbincang santai, atau membaca buku dengan latar pegunungan yang menenangkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren wisata healing atau wisata untuk mencari ketenangan semakin diminati masyarakat. Kala Temu hadir sebagai jawaban bagi mereka yang ingin mendapatkan ketenangan tanpa kehilangan sentuhan modern. Penataan tempat yang kekinian berpadu harmonis dengan lanskap alam dataran tinggi yang sejuk.
Destinasi ini juga berhasil mempertahankan esensi alam pegunungan yang damai, meski mengalami pengembangan infrastruktur dan penambahan fasilitas. Hal inilah yang menjadi keunggulan Kala Temu dibandingkan sejumlah wisata buatan lainnya.
Kehadiran Kala Temu by Tujuh Semeja memperkaya daftar destinasi wisata unggulan di Aceh Tengah. Dengan daya tarik visual yang kuat dan suasana yang menentramkan, tempat ini siap menjadi destinasi favorit baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Kala Temu bukan sekadar tempat untuk berfoto dan mempercantik feed media sosial. Lebih dari itu, ia menawarkan pengalaman batin yang menenangkan—sebuah jeda dari rutinitas, kesempatan untuk menghirup udara segar, dan momen untuk kembali terhubung dengan alam yang mempesona.




















